NGADA, WBN — Sebanyak 1.796 rumah penduduk di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan rusak akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada kepemimpinan Bupati Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu memimpin langsung penanganan darurat dan pendataan dampak kerusakan di lapangan saat ini yang terus berjalan.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada hingga Minggu (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, kerusakan bangunan tersebut tersebar di 12 kecamatan. Pendataan masih terus dilakukan untuk mengategorikan tingkat kerusakan infrastruktur.
“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses verifikasi di lapangan,” ujar Kepala BPBD Ngada Yohanes Ghae saat dikonfirmasi media WBN pada Minggu sore.
Kondisi Korban
BPBD Ngada memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tercatat ada 18 warga yang mengalami luka-luka dan seluruhnya telah mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada bersama tim reaksi cepat telah menerjunkan personel ke lokasi-lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di posko pengungsian sementara.
Rincian Dampak Gempa, data per 16 Agustus 2026, 15.00 WITA, kerusakan fisik: 1.796 unit rumah warga, kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Korban jiwa nihil (0). Korban Luka Berat: 7 orang.Korban Luka Sedang: 1 orang.Korban Luka Ringan: 10 orang. Wilayah Terdampak: 12 kecamatan di Kabupaten Ngada.
WBN
