MBAY, WBN — Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia menyalurkan bantuan tali kasih dan menggelar doa bersama lintas agama di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (31/8/2026).
Kehadiran lembaga tersebut menjadi simbol solidaritas sekaligus motor penggerak gotong royong nasional untuk pemulihan Flores. Kunjungan yang diinisiasi oleh FKUB NTT ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo sekaligus Komandan Posko Tanggap Darurat, Gonzalo Gratianus Muga Sada.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Shafar, Penjabat Sekretaris Daerah Immanuel Ndun, serta sejumlah tokoh lintas agama setempat.
Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Putra Agung Sukshet, menyampaikan bahwa kehadiran mereka membawa pesan harapan untuk membangkitkan kembali optimisme masyarakat terdampak.
Selain dukungan moral, FKUB menyerahkan bantuan materiel sebagai wujud empati sesama anak bangsa.
“Kami hadir membawa doa dan harapan untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat Nagekeo. Semoga seluruh warga tetap sabar, kuat, dan ikhlas. Kita meyakini bahwa Tuhan akan membawa NTT kembali pulih,” ujar Ida Pangelingsir.
Ia menambahkan, aksi solidaritas ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi elemen bangsa lainnya untuk turut meringankan duka para korban bencana.
“Ini adalah wujud empati kami. Semoga motivasi kecil ini mampu menggerakkan kepedulian seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memulihkan Flores dan NTT,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, kebersamaan antardari berbagai latar belakang keyakinan ditegaskan melalui doa bersama lintas agama. Doa bersama dipimpin oleh Ida Pangelingsir Putra Agung Sukshet menurut tata cara agama Hindu, lalu diikuti oleh seluruh perwakilan umat beragama, dan diakhiri dengan berkat penutup oleh Pastor RD Kristo Betu.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengapresiasi tinggi kehadiran dan dukungan moral dari FKUB Indonesia. Gonzalo Gratianus Muga Sada menyatakan bahwa kehadiran para tokoh agama tingkat nasional ini mempertegas nilai persaudaraan di tengah masa sulit.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Kehadiran FKUB memunculkan semangat solidaritas yang kuat dan membuktikan bahwa kita semua adalah bersaudara,” kata Gonzalo.
Pada kesempatan yang sama, Gonzalo memaparkan perkembangan terkini penanganan dampak gempa. Pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat tahap kedua hingga 13 September 2026. Berbeda dengan tahap pertama yang berfokus pada logistik pangan, tahap kedua ini memprioritaskan penyediaan hunian sementara sebelum fase pembangunan hunian tetap dimulai.
Gempa bumi dilaporkan memicu kerusakan signifikan pada sejumlah infrastruktur vital di Nagekeo, mulai dari gedung pemerintahan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga rumah ibadah.
“Untuk sementara waktu, pelayanan publik tetap berjalan dengan memanfaatkan posko-posko darurat di luar gedung, termasuk untuk aktivitas bupati dan aparatur sipil negara,” jelas Gonzalo.
Pemerintah daerah saat ini juga terus melakukan sosialisasi secara humanis untuk meyakinkan warga agar dapat kembali ke rumah masing-masing secara bertahap, guna menekan kepanikan yang berlebihan.
Kunjungan kerja FKUB Indonesia ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis serta foto bersama yang menegaskan komitmen persatuan dalam pemulihan pascabencana.
WBN – Wil
