NAGEKEO, WBN — Keluarga Besar Jacob Nuwa Wea kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan gelombang kedua dan ketiga untuk warga terdampak gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Selama tiga hari terakhir, pendistribusian logistik difokuskan langsung ke titik-titik pengungsian mandiri dan tenda darurat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada. Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan keluarga, William Yani bersama istrinya, Yane William Yani Wea, serta perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani, Deri.
Langkah ini diambil untuk memastikan logistik menyentuh warga yang masih terisolasi atau bertahan di luar rumah.Di Kabupaten Ngada, tim menyisir sejumlah wilayah terdampak seperti Kurubhoko, Wulabhara, Piga, dan Poma.
Sementara di Kabupaten Nagekeo, penyaluran menyasar empat titik krusial yang kondisinya masih memprihatinkan. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Desa Aeramo di Kecamatan Aesesa, Nagekeo. Di lokasi ini, sebagian warga mulai mendirikan tenda darurat secara mandiri di pekarangan rumah mereka, sedangkan sebagian lainnya masih bertahan di posko pengungsian dan kawasan perbukitan karena trauma mengantisipasi gempa susulan.Kondisi serupa terlihat di Asrama Yatim Flora, Desa Aeramo.
Sebanyak 20 anak yatim yang diasuh oleh Alex Djata terpaksa tidur di tenda darurat luar bangunan akibat kondisi fisik asrama yang rusak dan membahayakan keselamatan mereka. Tim kemanusiaan juga menjangkau komunitas masyarakat Bugis Sulawesi yang berdiam di sekitar Musala Nuril Jihad sementara, Dusun Batalyon, Desa Tunggu Rambang. Wilayah ini mendapat perhatian khusus karena lokasinya yang relatif dekat dengan titik pusat gempa, sehingga warga masih dalam kondisi waspada tinggi.
Selain kebutuhan pokok, dampak ekonomi sekunder mulai membayangi warga terdampak. Saat mendatangi wilayah Perepoje, Mbay 2, warga mengeluhkan ketidakpastian masa depan pendidikan anak-anak mereka.
“Selain kebutuhan dasar pascabencana, masyarakat mulai mengkhawatirkan biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah anak-anak ke depan. Kondisi ekonomi keluarga mereka ikut lumpuh akibat bencana ini,” ujar William Yani.
Aksi solidaritas ini diharapkan dapat meringankan beban harian sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi warga Flores agar bisa segera bangkit.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita. Semoga masyarakat tetap kuat, tabah, dan kita bisa bersama-sama melewati masa pemulihan pascabencana ini,” tutur William.
WBN – Wil
