Penyaluran Bantuan Gempa Flores, Progres Distribusi Pemkab Ngada Capai 82 Persen

NGADA, WBN β€”Β Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mempercepat penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores.

Hingga Sabtu (5/9/2026), sebanyak 12.216 paket bantuan telah didistribusikan, atau sekitar 82,26 persen dari total 14.850 keluarga terdampak.

Data tersebut dihimpun Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada di Bajawa. Angka ini berbasis kompilasi laporan pemerintah desa/kelurahan serta input data dari relawan aparatur sipil negara (ASN) di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngada Emanuel Kora menyatakan, seluruh logistik disalurkan langsung ke titik-titik pengungsian dan permukiman warga yang paling membutuhkan. Angka realisasi ini merupakan akumulasi mutakhir yang akan terus diperbarui seiring berjalannya proses evakuasi dan pemulihan.

“Penyaluran logistik masih terus berjalan. Kami berbasis pada data berkala agar bantuan ini tepat sasaran. Perkembangannya akan kami laporkan secara kontinu,” ujar Emanuel saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Merujuk data BPBD Ngada, bantuan yang telah dikirimkan meliputi kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, kopi, gula, susu, mi instan, serta ribuan papan telur ayam untuk menjaga pasokan protein warga.

Prioritas Kelompok Rentan

Selain pangan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemenuhan fasilitas penampungan sementara.

Bagian Distribusi Logistik Pos Komando BPBD Ngada Gerardus Reo menjelaskan, hampir 1.000 unit tenda, terdiri atas tenda keluarga, tenda pengungsi, dan tenda dome, telah disalurkan bersama matras, tikar, serta terpal.

Gerardus menambahkan, pemenuhan kebutuhan spesifik bagi kelompok rentan juga menjadi perhatian utama. Petugas di lapangan mulai mendistribusikan susu bayi serta paket tambahan gizi bagi balita dan ibu hamil.

Terkait basis data, Emanuel Kora menjelaskan bahwa angka 14.850 keluarga terdampak merupakan hasil pemutakhiran per 31 Agustus lalu. Kendati demikian, pemerintah tetap mengantisipasi adanya warga terdampak yang belum terdata setelah tanggal tersebut.

“Memang ada kemungkinan data yang tercecer setelah 31 Agustus dan belum sempat diinput oleh relawan. Kami membuka diri untuk terus memperbarui informasi ini kepada publik,” kata Emanuel.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Ngada bersama seluruh elemen relawan fokus mendampingi masyarakat di pengungsian. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi pascabencana.

WBN

Share It.....