Menantang Trauma di Tenda Darurat, Asa Siswa SMAS Regina Pacis Bajawa Pascagempa Flores

BAJAWA, WBN — Aktivitas pendidikan di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menggeliat kembali secara terbatas setelah sempat lumpuh total akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7.

Di Kabupaten Ngada, kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke sekolah-sekolah darurat demi memulihkan kondisi psikologis para siswa.

 

Sebelumnya, Bupati Ngada Raymundus Bena telah menetapkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana yang berlaku hingga 15 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul rentetan gempa susulan yang tercatat telah terjadi hingga lebih dari 10.000 kali, memicu kecemasan mendalam bagi warga setempat.

Memasuki awal September, sejumlah sekolah mulai memprioritaskan pemulihan trauma (trauma healing) di dalam ruang kelas darurat. Pola pembelajaran difokuskan untuk mengembalikan stabilitas emosional siswa sebelum masuk sepenuhnya ke materi akademik formal.

Guru SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Lusia Y. Meme, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa untuk kembali belajar sangat tinggi meskipun fasilitas yang tersedia sangat terbatas. Sekolah darurat di tengah situasi ini dinilai efektif membantu mempercepat pemulihan psikologis anak-anak.

“Sebagai pendidik, saya melihat anak-anak memiliki kerinduan yang besar untuk segera kembali ke kondisi normal. Sekolah darurat ini sangat membantu memulihkan mereka dari trauma. Dari segi penerimaan materi pelajaran memang belum maksimal, tetapi anak-anak cukup fokus mengikuti pembelajaran di dalam tenda darurat. Kami akan terus mendorong mereka agar lekas pulih secara bertahap,” ujar Lusia, Senin (31/8/2026).

Kerinduan serupa juga dirasakan oleh para pelajar. Ketua OSIS SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Dofi Nono, mengakui bahwa rasa cemas dan trauma akibat gempa besar tersebut masih membayangi. Namun, keinginan untuk bangkit mengalahkan rasa takut tersebut.

“Rasa cemas dan trauma itu pasti ada. Namun, kami sudah terlalu lama meninggalkan aktivitas sekolah dan sangat merindukan suasana normal seperti dulu lagi. Kami optimistis mampu bangkit bersama-sama sesuai harapan,” kata Dofi.

Meski KBM berlangsung di bawah atap tenda-tenda darurat, semangat dari para guru dan siswa SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa menjadi salah satu potret ketangguhan sektor pendidikan di Flores di tengah ancaman bencana yang belum sepenuhnya mereda.

WBN

Share It.....