Jalur Ena One Lumpuh akibat Gempa, Enam Kades di Ende Temui Bupati

ENDE, WBN — Akses transportasi yang menghubungkan enam desa di jalur selatan Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, kini dalam kondisi rawan bencana tinggi.

Longsoran material tebing di kawasan Ena One, Desa Wolotopo, dilaporkan terus terjadi setiap hari pascagempa bumi bermagnitudo tertentu yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu.

Kondisi tersebut mengancam mobilitas ekonomi dan aktivitas harian warga di enam desa, yakni Desa Wolotopo, Wolotopo Timur, Ngalupolo, Reka, Wolokota, dan Kekasewa.

Mengingat jalur Ena One merupakan urat nadi tunggal masyarakat setempat, ancaman kelumpuhan total kini membayangi kawasan selatan Ndona.

Kepala Desa Wolotopo, Kosmas Leda, menjelaskan bahwa pergerakan tanah dan runtuhan material tebing hingga kini belum berhenti. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pengguna jalan yang terpaksa melintas di bawah ancaman runtuhan material.

“Akses jalan ini adalah satu-satunya jalur penghubung bagi kelima desa lainnya menuju pusat kecamatan dan kabupaten. Jika runtuhan ini terus dibiarkan, seluruh aktivitas warga akan lumpuh total dan roda perekonomian masyarakat dipastikan mandek,” ujar Kosmas saat dihubungi wartawan.

Menyikapi ancaman kedaruratan ini, pemerintah desa dari enam wilayah terdampak telah melaporkan situasi tersebut ke Pemerintah Kecamatan Ndona serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende.

Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan pembersihan material dan penanganan rehabilitasi dini.Demi mempercepat penanganan, keenam kepala desa telah bersepakat untuk melakukan audiensi langsung dengan Bupati Ende dalam waktu dekat.

“Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kami akan langsung menghadap Bupati Ende untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan agar ada intervensi anggaran dan pengerahan alat berat secara cepat,” kata Kosmas.

Selain mendesak perbaikan infrastruktur jalan, pemerintah desa juga mengharapkan dukungan dari aparat keamanan. Mereka meminta Kepolisian Resor (Polres) Ende melalui Polsek Ndona untuk menempatkan personel di titik rawan guna mengawasi pergerakan warga, menerapkan sistem buka-tutup jalur, serta menjaga keselamatan pelintas di area rawan bencana tersebut.

WBN

Share It.....