NGADA, WBN — Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Kampung Niro, Desa Pape, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat seadanya.
Kondisi para pengungsi kian memprihatinkan karena keterbatasan fasilitas, layanan kesehatan, dan obat-obatan. Kondisi tersebut ditemukan saat Tim Aksi Peduli Gempa Flores melakukan penyaluran bantuan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) di kawasan tersebut.
Di lokasi, tim menemukan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius dan tidak lagi aman untuk ditempati. Bahkan, relawan menemukan salah seorang warga, seorang ibu, dalam kondisi sakit dan terbaring di dalam tenda darurat yang minim fasilitas.
Tim relawan kemudian berdialog dengan pihak keluarga, memeriksa kondisi warga yang sakit, serta menyerahkan paket bantuan logistik untuk meringankan beban mereka.
Ketua Aksi Peduli Gempa Flores, Gregorius Upi Dheo, menyatakan bahwa dalam situasi darurat bencana, pemenuhan hak-hak pengungsi harus diutamakan dengan menjemput bola, bukan menunggu warga mencari bantuan.
“Kitalah yang harus mendatangi mereka dan memastikan bantuan diterima langsung, khususnya oleh warga yang sakit, lanjut usia, dan keluarga yang memiliki keterbatasan,” ujar Gregorius, (8/9/2026).
Berdasarkan pantauan di Kampung Niro, Gregorius menambahkan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat pasca-gempa saat ini bukan lagi sekadar bahan pangan. Warga sangat membutuhkan hunian sementara yang layak, pelayanan kesehatan keliling, pasokan obat-obatan, serta akses air bersih.
Perhatian khusus juga sangat diperlukan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sakit.
“Kehadiran kami mungkin belum dapat menyelesaikan seluruh kesulitan mereka. Namun, kami ingin memastikan masyarakat Kampung Niro mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi keadaan ini sendirian,” kata Gregorius.
Kelompok relawan ini pun berharap pemerintah daerah, organisasi sosial, donor, beserta seluruh elemen masyarakat dapat mempercepat pemulihan dan memberikan perhatian lebih bagi warga yang masih terisolasi di tenda-tenda pengungsian seadanya.
WBN
