NGADA, WBN — Aliansi kemanusiaan Aksi Peduli Gempa Flores menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak bencana di Teni Lopijo, Desa Hea Wea, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (8/9/2026).
Penyaluran ini memprioritaskan wilayah pelosok yang sempat terisolasi akibat keterbatasan akses jalan pascagempa.
Untuk mencapai Teni Lopijo, tim gabungan harus menempuh perjalanan darat berjam-jam melewati medan berbukit dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Agenda kemanusiaan ini turut dikawal langsung oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, serta para relawan lokal.
Berdasarkan pendataan di lapangan, gempa bumi tersebut berdampak pada sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) di wilayah Teni Lopijo. Kerusakan infrastruktur bervariasi, mulai dari keretakan pada dinding rumah warga hingga kerusakan struktur berat yang menyebabkan sejumlah bangunan roboh total dan tidak aman lagi untuk ditempati.
Ketua Aksi Peduli Gempa Flores, Gregorius Upi Dheo, menjelaskan bahwa intervensi ke wilayah terpencil menjadi prioritas utama gerakan ini. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi keterlambatan penanganan logistik di wilayah banjar yang sulit diakses kendaraan standar.

“Perjalanan menuju Teni Lopijo memang membutuhkan perjuangan karena akses jalan yang terbatas. Namun, justru masyarakat di wilayah yang berada di pelosok seperti inilah yang harus diutamakan. Jangan sampai keterbatasan geografis membuat mereka lambat mendapatkan asistensi,” ujar Gregorius, Kamis (10/9/2026).
Bantuan yang didistribusikan berupa paket bahan pangan pokok dan perlengkapan kedaruratan rumah tangga. Logistik tersebut diserahkan dari rumah ke rumah demi memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan data kerusakan kediaman warga.
Gregorius turut mengapresiasi langkah taktis Pemerintah Kabupaten Ngada yang tidak hanya memberikan dukungan administratif, tetapi juga ikut turun ke lapangan memetakan mitigasi bencana bersama relawan.
“Kehadiran seluruh elemen, mulai dari kedinasan hingga relawan, bukan sekadar mengantar barang. Ini adalah pesan solidaritas bahwa warga terdampak di pelosok tidak berjalan sendirian dalam masa pemulihan ini,” kata Gregorius menambahkan.
Meski bantuan logistik tahap awal ini belum mencakup seluruh kebutuhan struktural warga, seperti rekonstruksi bangunan, bantuan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan keluarga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Aksi Peduli Gempa Flores menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat demi memastikan pemulihan pascabencana di Kabupaten Ngada berjalan tertib, transparan, dan menjangkau seluruh kawasan lingkar luar yang terdampak.
WBN
