ENDE, WBN — Personel Polsek Maurole, Polres Ende, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama warga Desa Nuanaga bergotong royong menyingkirkan material batu berukuran besar yang menutup sebagian badan jalan di kawasan tepi Pantai Maujawa, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, Selasa (7/9/2026).
Batu tersebut runtuh dan menutup akses jalan setelah wilayah Flores diguncang gempa bumi beberapa waktu lalu.
Keberadaan material batu di jalur strategis Trans Utara yang menghubungkan wilayah Maurole dan Maumere ini sempat membahayakan para pengguna jalan yang melintas. Merespons situasi tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Maurole Iptu Syaiban bersama anggotanya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Nuanaga dan warga setempat untuk melakukan aksi tanggap bencana di lokasi kejadian.
“Saat memantau lapangan, kami menemukan adanya batu berukuran besar yang gugur di tepi Pantai Maujawa, Desa Nuanaga, hingga menutup sebagian badan jalan. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pengendara roda dua maupun roda empat,” ujar Syaiban.
Meski proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, kekompakan antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga membuat batu tersebut akhirnya berhasil dipindahkan ke tepi jalan.
Ia menjelaskan, aksi tanggap darurat ini merupakan bagian dari penyisiran ruas jalan Maurole–Maumere oleh personel Polsek Maurole bersama Pos Polisi Kotabaru demi memastikan keselamatan masyarakat pasca-gempa.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi kesigapan pemerintah desa dan masyarakat Desa Nuanaga yang dinilai cepat merespons demi kepentingan publik.
Selain membersihkan material batu, petugas juga mendata sejumlah titik jalan berlubang di Kampung Lokalande, Desa Tou, agar pengendara yang melintas bisa lebih waspada.Saat ini, arus lalu lintas di jalur Trans Utara yang menghubungkan Maurole dan Maumere dipastikan telah kembali normal, aman, dan lancar untuk dilalui semua jenis kendaraan.
WBN
