SUMBA BARAT, WBN – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas rangkaian peristiwa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat.
Penanganan kasus dipastikan berjalan secara transparan dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra. Ia menyebutkan, penanganan hukum di Sumba Barat kini dilakukan secara menyeluruh berbasis penyelidikan kejahatan ilmiah (scientific crime investigation).
Proses ini juga diawasi ketat oleh Tim Gabungan Pejabat Utama Polda NTT.
“Kapolda NTT menaruh perhatian serius terhadap stabilitas keamanan di Sumba Barat. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan warga merasa aman serta mengembalikan fungsi pelayanan publik agar dapat berjalan optimal,” ujar Henry, Rabu (16/9/2026).
Fokus Berantas Pencurian Ternak
Salah satu fokus utama kepolisian saat ini adalah memberantas tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas). Aksi kejahatan ini dinilai sangat meresahkan karena para pelaku tidak segan melukai korban.
Polda NTT memastikan langkah tegas akan terus diambil guna menindak para pelaku, mengembalikan ketenangan warga, serta menjaga stabilitas keamanan di Sumba Barat.
Pemulihan Fasilitas Pelayanan Publik
Selain penegakan hukum, Polres Sumba Barat bersama personel gabungan juga mempercepat perbaikan area Markas Komando (Mako) Polres Sumba Barat yang mengalami kerusakan materiil akibat dinamika situasi sebelumnya.
Perbaikan difokuskan pada fasilitas vital, seperti ruang Call Center, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), hingga ruang kerja agar fungsi pelayanan kepada masyarakat segera pulih total.Buka Dialog dan Hormati Adat LokalGuna meredam ketegangan,
Polda NTT bersama Pemerintah Daerah Sumba Barat membuka ruang diskusi secara terbuka untuk mencari solusi. Pendekatan ini dipastikan tetap menghormati tata cara adat lokal tanpa mengesampingkan prosedur hukum yang berlaku.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog dan bermusyawarah. Nilai-nilai adat lokal sangat kami hormati, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan,” kata Henry.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak merusak fasilitas umum yang sejatinya dibangun untuk melayani warga. Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen pemuda juga diajak bersinergi menjaga kedamaian di wilayah tersebut.
Masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan. Jika menemukan hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban, warga diimbau segera melapor melalui layanan Call Center 110.
WBN
