Sindikat Pencurian Ternak di Sumba Dibongkar, Satu Pelaku Tewas Tertembak

SUMBA BARAT, WBN — Tim Gabungan Kepolisian Resor Sumba Barat dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur membongkar sindikat pencurian ternak yang kerap disertai kekerasan di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap tiga tersangka, sementara satu pelaku lainnya meninggal dunia setelah berupaya menyerang petugas saat akan ditangkap.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra saat dihubungi dari Kupang membenarkan adanya penindakan tersebut.

Menurut Henry, operasi ini merupakan respons atas laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya aksi pencurian ternak dalam kurun waktu 2022 hingga 2026.

“Penundukan hukum secara tegas dan terukur ini dilakukan secara objektif serta transparan untuk mengembalikan rasa aman dan ketenteraman di tengah masyarakat Sumba,” ujar Henry, Rabu (16/9/2026).

Penyelidikan kasus ini bertolak dari tiga laporan polisi. Salah satu aksi komplotan ini terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah.

Dalam peristiwa itu, seorang warga berinisial DDH mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan punggung akibat serangan para pelaku. Dari hasil pengembangan, polisi menangkap tiga tersangka, yakni ASBL (46), KY (35), dan YKM. Petugas juga menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian di rumah ASBL, yang saat ini diamankan di Polsek Loli sebagai barang bukti.

Kronologi penangkapan

Operasi penyergapan dimulai pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat awalnya menangkap tersangka ASBL dan KY. Dari interogasi kedua tersangka, polisi kemudian bergerak menangkap YKM pada pukul 06.00 WITA.

Petugas selanjutnya melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain berinisial JT (39) di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, sekitar pukul 09.40 WITA. Namun, saat hendak ditangkap, JT melawan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Petugas sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, tetapi tidak dihiraukan. Saat petugas melepaskan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkan, JT terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanannya.

JT sempat dilarikan ke RSK Lende Moripa pada pukul 10.00 WITA, namun dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis dua puluh menit kemudian.Terkait meninggalnya JT,

Polda NTT menyampaikan dukacita kepada pihak keluarga. Kepolisian juga mendampingi proses visum, menyediakan peti jenazah, serta mengawal pemulangan jenazah ke rumah duka sebagai bentuk pendekatan humanis.

Henry mengimbau masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama di Sumba Barat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta warga memercayakan penuntasan kasus ini kepada kepolisian.

WBN

Share It.....