Nilai Merugikan Masyarakat, Camat Detukeli Marianus Agang Larang Keras Perjudian
Camat Detukeli, Marianus Agang, S.E bersama.para Pemangku Adat Detukeli, Kabupaten Ende, NTT / Foto Pers WBN

ENDE, WBN — Pemerintah Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk perjudian di wilayah tersebut.

Praktik penyakit sosial ini dinilai menjadi faktor utama yang merusak tatanan ekonomi keluarga dan mengancam masa depan generasi muda di pedalaman Flores.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Camat Detukeli, Marianus Agang, S.E., di hadapan para tokoh adat dan warga saat memberikan sambutan dalam ritual syukuran tahunan adat ulayat Detukeli, Jumat (16/10/2026).

Marianus menggarisbawahi bahwa perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga secara perlahan mengikis sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, ia melarang keras adanya aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun di wilayah kerjanya.

“Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membersihkan wilayah ini dari penyakit sosial perjudian. Perjudian sangat merusak tatanan keluarga, memicu kemiskinan struktural, dan merugikan masyarakat luas,” ujar Marianus.

Adat sebagai Jangkar Moral

Dalam konstelasi sosial masyarakat Detukeli, lembaga adat memegang peranan krusial. Merespons hal tersebut, Marianus menyatakan bahwa pemerintah menempatkan institusi adat sebagai mitra strategis sekaligus penyangga utama pembangunan nasional, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Pemerintah mendukung penuh berbagai ketetapan konstruktif yang dilahirkan oleh para pemangku adat. Adat adalah jangkar moral kita,” tegasnya.

Melalui momentum syukuran adat ini, pemerintah daerah berharap nilai-nilai luhur budaya dapat mengintervensi dan membentengi masyarakat dari pengaruh negatif modernisasi, termasuk maraknya judi online maupun konvensional yang kerap menyasar masyarakat pascaputus sekolah atau pekerja sektor informal.

Akselerasi Sektor Agraris

Selain menyoroti masalah perjudian, momentum sakral ini juga digunakan untuk merumuskan masa depan ekonomi kecamatan yang bertumpu pada sektor agraris.

Pemerintah Kecamatan Detukeli menyatakan dukungan penuh terhadap langkah lembaga adat yang menginstruksikan warga untuk memperkuat pola pertanian dan peternakan unggul.

Langkah kolaboratif antara otoritas formal dan informal (adat) ini dinilai sebagai strategi jitu guna mengalihkan energi negatif masyarakat dari aktivitas nonproduktif seperti judi, menuju penguatan ketahanan pangan lokal.

Penguatan sektor pertanian dan peternakan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan riil keluarga secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Ende.

WBN

Share It.....