Covid-19, Kilas Tantangan Guru SMPN I Bajawa Dan SD Boanawa I Ende Flores

WBN NTT │Sesuai Himbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada seluruh Tenaga Pendidik atau Guru untuk menghadirkan belajar yang menyenangkan siswa dari rumah di tengah wabah masif Covid-19, rangkuman media ini (22/4/2020) para Guru beraktifitas dari rumah dengan menyajikan bahan belajar bagi peserta didik di rumah-rumah dalam berbagai bentuk sajian.

 

Di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur misalnya, Guru SMPN I Bajawa Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Getrudis Meo dalam rangkuman lipuran Tim Media ini (22/4/2020) di temui di rumah kediamannya Komples Pensiunan, Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, menuturkan sejak sekolah-sekolah diliburkan dari wabah Corona, pihak sekolah telah memberi arahan kepada seluruh Guru untuk menyajikan materi belajar di rumah yang dirampungkan masing-masing Guru lalu disalurkan kepada siswa melalui koordinasi teknis pihak sekolah.

“Tidak hanya tantangan bagi orangtua dari para pelajar di rumah, namun lebih dari itu Metode Pembelajaran Dalam Rumah memberikan tantangan tersendiri bagi kami para guru. Guru dituntut kreatif dalam memberikan materi belajar agar murid tidak mengalami kekosongan belajar dan tugas saat berada di dalam rumah di tengah wabah Covid-19”, ungkap Guru SMPN I Bajawa Kabupaten Ngada, Flores, dikutip tim WBN NTT (22/4/2020).

 

Ibu Guru Guru SMPN I Bajawa Kabupaten Ngada, Flores, Getrudis Meo adalah salah satu Guru dari sekian banyak tenaga Pengajar Bangsa Indonesia yang memenuhi tugas kerja agar tetap mendidik siswa dengan metode mengajar dan belajar dari rumah.

 

Di Kabupaten Ende, Flores, dikutip Tim Media WBN NTT, Guru SDK Boanawa Ende, Ibu Maria Gorety Lami dan para Guru lainnya tetap memenuhi kewajiban mereka memenuhi berbagai tuntutan peran dan kerja nyata memperkuat sistem belajar di rumah di tengah wabah masif Corona.

 

Rangkuman sejumlah fakta dalam petikan peristiwa para Guru di balik wabah Covid-19 di Pulau Flores, sejumlah kandala ditemui sekolah-sekolah dalam mensukseskan Belajar Online di rumah-rumah para siswa.

 

“Kita berhadapan dengan para siswa dari berbagai latar belakang ekonomi dan kemampuan daya dukung sarana prasarana tidak sama satu dengan yang lainnya. Tidak semua siswa bisa Belajar Online dari rumah, sebab di antara mereka ada yang tidak memiliki sarana digital ataupun android dan laptop guna akses online. Sehingga kami para Guru mendapat arahan dari Kepala Sekolah untuk menyusun bahan-bahan belajar seperti membuat tugas pekerjaan rumah, merancang soal-soal latihan belajar, sesuai bidang studi masing-masing, lalu didistribusikan itu kepada para siswa”, urai Ibu Guru Getrudis Meo.

 

Demikian hal yang terjadi di Kabupaten Ende dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

 

 

“Untuk belajar dari rumah melalui layanan siaran online televisi, itu sudah sangat bagus. Tetapi kita akui itu hanya bermanfaat bagi para pelajar yang memiliki televisi di rumah-rumah mereka. Begitu juga yang online, terjangkau abgi yang telah mempunyai fasilitasi memadai seperti HP andorid dan lain-lain. Daerah-daerah tertinggal seperti kita di Pulau Flores ini, masih banyak wilayah yang tidak memiliki listrik, apalagi televisi. Di Kecamatan Detukeli daerah asal saya minsalnya, itu cukup banyak sekolah, mulai SD sampai SLTA yang tidak bisa mengikuti siaran maupun system online secara memadai, sebab listrik PLN pun belum terpasang ke daerah tersebut. Untuk kelompok seeprti ini terdapat ribuan pelajar, jika mau dijumlahkan. Nah, ini yang menjadi tantangan bagi kami para Guru dan sekolah-sekolah. Jadi, tantangannya banyak, namun kita semua optimis bahwa yang namanya Guru dan Sekolah (Pendidikan) pasti tidak kehabisan cara untuk membuat terobosan di lapangan, demi tetap berjalannya proses pendidikan atau proses belajar para siswa di tengah wabah Corona, belajar dari rumah”, ungkap Ibu Guru Maria Gorety Lami.

 

Sebagai Guru yang mendidik, kata mereka, para Guru pasti berharap semua pihak bisa ikut membantu dengan masing-masing cara dalam peran pendidikan  para siswa di tengah wabah.

Dokumen Guru dan Pelajar SD Boanawa I Ende, Flores
Dokumen Guru dan Pelajar SD Boanawa I Ende, Flores

 

Guru sebagai pengajar, lanjut mereka, selalu berjibaku menunaikan tugas pendidikan dengan berbagai metode baku dalam terobosan penjabaran teknis lapangan.

 

Ibu Getrudis Meo dan Ibu Maria Gorety Lami menitip pesan kepada para siswa, agar tidak berkeliaran di luar rumah, taat aturan berada di dalam rumah, jadilah contoh dalam keluarga dengan melaksanakan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan tidak malas belajar saat berada di rumah*.

 

Tim WBN NTT – Yoan │Aurel Do’o│Redpel-Indra