Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Indramayu

WBN, INDRAMAYU – Desa Krimun Kec. Losarang Kab. Indramayu Jawa Barat terdapat komunitas khusus Suku Dayak yang berbeda dari Dayak Kalimantan.

 

Indramayu Terdapat lokasi pemukiman sebuah komunitas yang menamakan dirinya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Orang luar sering juga menyebutnya dengan istilah “ Dayak Losarang ”, atau ” Dayak Indramayu ”. Komunitas ini tepatnya bermukim di Kampung Segandu Desa Krimun, Kec. Losarang. Kab. Indramayu.

Suku Dayak Indramayu mulai mencuat ke permukaan sejak pernyataan mereka untuk menjadi “ Golongan Putih ” (golput= tidak memilih salah satu partai) pada Pemilu tahun 2004.

Pemimpin komunitas Takmad menjelaskan tentang pemakaian kata “ Hindu-Budha ” pada sebutan komunitas ini. Kendatipun komunitas ini menggunakan kata “ Hindu-Budha ” bukan berarti bahwa mereka adalah penganut agama Hindu ataupun Budha. Penggunaan kata “ Hindu ” karena komunitas ini meneladani peri kehidupan kelima tokoh Pandawa, yang terdiri atas: Yudistira, Bima (Wirekudara), Arjuna (Permadi), Nakula, Sadewa serta tokoh Semar yang dipandang sebagai seorang Mahaguru yang sangat bijaksana. Adapun penyebutan kata “ Budha ” karena mereka mengambil inti ajaran “ aji rasa ” (tepuk seliro) dan kesahajaan yang merupakan inti ajaran agama Budha.

 

Konsep-konsep Ajaran Sejarah Alam Ngaji Rasa.

Ajaran dari kelompok “ Dayak Indramayu ” dinamakan dengan sebutan “ Sejarah Alam Ngaji Rasa ”.

Menurut penjelasan salah seorang pengikut senior dari Takmad, “ Sejarah ” adalah perjalanan hidup (awal, tengah, dan akhir) berdasarkan ucapan dan kenyataan. Sementara itu, “ alam ” adalah ruang lingkup kehidupan atau sebagai wadah kehidupan.