Merasa Dicemarkan, Aneka Jaya Ngada Sebut Beli Pupuk Subsidi Pahami Dulu Instrumen Negara

WBN │Pemilik Toko Aneka Jaya Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Eufrasia S Lay (13/8/2020) saat dikonfirmasi wartawan di Kota Bajawa terkait postingan sebuah akun facebook yang menyinggung masalah pelayanan dan penjualan pupuk di Kabupaten Ngada, Eufrasia S Lay mengatakan ternyata masih banyak pihak tidak memahami mekanisme pembelian pupuk subsidi.

“Beli pupuk subsidi dan beli pupuk non subsidi itu berbeda jauh. Beli pupuk subsidi tidak sama seperti kita membeli pakaian di toko atau membeli rokok yang hanya menanyakan harga berapa, lalu jika merasa cocok, maka dibayar dan ambil barangnya lalu pulang ke rumah. Dalam komentar postingan yang melecehkan kami, itu kami pantau ada yang bilang pelayanan lambat lah, ada yang bilang mau beli pupuk tetapi disuruh beli juga dengan pupuk itu lah, yang ujungnya hanya untuk melecehkan kami. Supaya diketahui, beli pupuk subsidi itu namanya membeli dengan menggunakan mekanisme pemerintah, sebab setiap pembelian pupuk subsidi harus kami chek semua data, nama kelompok, alamat pembeli, nomor KTP, kesesuaian dengan data-data yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pertanian kepada kami selaku pengecer dan kami harus memastikan identitas dari pembeli tersebut sesuai data yang sudah dipatok oleh Dinas terkait atau tidak. Jadi memang memakan waktu agak lama dan harus bersabar, sebab sebagai mitra daerah, selain membantu melayani pupuk subsidi, kami juga memiliki produk jualan lainnya yang juga berurusan dengan pembeli dan mereka membeli yang non subsidi dan mereka pun mendesak harus dilayani. Jadi pelajari lah systemn secara benar-benar paham baru membuatkan postingan, jangan asal bunyi di medsos. Beli pupuk subsidi itu pakai instrumen yang sudah diberikan oleh negara, sebab pupuk subsidi tidak asal untuk dibeli, tidak juga asal melayani dan asal barang laku terjual, buru-buru memberi barang dan menerima uangnya ”, urai Eufrasia S Lay.

Kepada wartawan, Eufrasia S Lay juga membeberkan data dalam menjawab postingan yang menyebut Aneka Jaya melakukan penumpukan pupuk petani dan obat-obatan.

“Kami dituding dengan postingan hoax yang menyebut melakukan penumpukan pupuk. Coba jelaskan menumpukan itu bagaimana caranya. Pupuk di toko kami ada dua kategori, yaitu pupuk subsidi yang proses datangnya sudah melalui system ketat pengawasan Negara dan daerah, selalu terlapor setiap hari, jumlahnya juga sesuai quota hak daerah Ngada, pembelinya pun sudah diatur berdasarkan RDKK yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Ngada, lalu anda dengan enteng mengatakan kami menumpukan pupuk, nah  kira-kira anda mengerti atau tidak tentang pupuk subsidi. Jangan sampai anda pikir yang non subsidi itu sama dengan subsidi. Jangan asal bunyi di medsos. Beli pupuk subsidi itu memang memakan waktu karena kami harus mencocokan secara manual dengan data dari Dinas Pertanian, sebab kalau kami tidak teliti sama saja dengan kami mau bunuh diri sebab ini urusannya dengan pemerintah”, ungkap Eufrasia S Lay.

Pemilik toko Aneka Jaya juga menyesalkan sentilan tentang penjualan obat-obatan yang dipasarkan di Aneka Jaya Kota Bajawa sebab obat-obatan itu bukan dari produk subsidi tetapi bagian dari produk jualan biasa milik toko Aneka Jaya dalam melayani seluruh konsumen.

Sementaraitu, tentang tudingan bahwa hanya Toko Aneka mengecerkan pupuk subsidi, lanjut Eufrasia S Lay, itu data dari mana sehingga menyebut bahwa  hanya di toko Aneka Jaya yang menjual pupuk subsidi.

“Pemosting dan para komentator yang menyudutkan kami, itu tahu atau tidak bahwa pengecer di Ngada sudah terkondisi sampai tingkat kecamatan-kecamatan. Kami bahkan selalu berharap dan bahkan meminta agar warga tertarik menjadi pengecer pupuk subsidi, hal itu terbuka dan merdeka, tidak ada yang membatasi, mengapa dituding seolah-olah Aneka Jaya yang memonopoli itu. Lalu apakah tahu bahwa di Aneka Jaya ini tidak menjual semua jenis pupuk subsidi, karena ada jenis pupuk subsidi yang dijualnya tidak di Aneka Jaya. Kalau tidak tahu, belajar dulu baru ngotot. Dikira Aneka Jaya ini menjadi pengecer agar meraup keuntungan besar, supaya paham, ayo datang dan belajar, untungnya berapa, atau konsultasi langsung saja ke Dinas atau PPL terkait, seperti apa peran dan jasa yang sudah kami perankan jika mau bicara keuntungan dan lain-lain tentang pupuk subsidi. Harganya sudah diatur oleh negara dan hal itu final. Atau mengira kami menggelapkan, supaya paham, pupuk subsidi berada dalam pengawasan, pelaporan, audit negara,baik stok, berapa yang sudah dibeli, berapa pemesanan, berapa yang belum terserap, berapa kelompok tani yang belum menyerapnya dan seterusnya. Jangan-jangan pupuk yang ada di toko kami dikira itu pupuk subsidi semua, itu yang sangat disesalkan dan menyesatkan, jika berpikir seperti itu”, tegas dia.

Pemilik Toko Aneka Jaya Ngada, Eufrasia S Lay meminta pihak Penegak Hukum melanjutkan proses hukum atas laporan pengaduan hukum dari pihaknya yang sudah disampaikan secara resmi dan dilaporkan langsung di Polres Ngada, Flores, tanggal 13 Agustus 2020 atas postingan akun facebook yang memfitnah Aneka Jaya bahkan rasis.

Dikabarkan sebelumnya, Sebuah akun facebook dengan nama Juand Fernando Mmc diketahui member grup facebook Ngada Bangkit resmi dipolisikan oleh Eufrasia S Lay selaku pemilik Toko Aneka Jaya di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (13/08/2020).

Pantauan tim media ini di Kota Bajawa, Flores (13/08/2020), sekitar pukul 12.30 WITA Pemilik Toko Aneka Jaya Bajawa, Eufrasia S Lay menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngada di Kota Bajawa melaporkan langsung perbuatan akun atas nama Juand Fernando Mmc dengan menyertakan bukti-bukti screenshoot perbuatan pelaku yang disebar melalui akun facebook grup Ngada Bangkit.

“Satu permintaan saya untuk seluruh calon Bupati yang maju di Pilkada ini, apabila terpilih nanti, mohon pupuk dan obat-obatan serta bibit yang untuk para petani jangan menumpuk di mata sipit kulit puti. Menyebarlah ke setiap kecamatan, sehingga memudahkan masyarakat untuk pengambilannya. Semua menumpuk di toko Aneka Jaya, terus pelayanan buat kita pribumi macam ke binatang. Jangan mau maju omong visi misi 70% fokus untuk sektor pertanian, karena 70%  suara dari petani. Setelah jadi 70% mengabaikan para petani. Sudah lumrah politik di Ngada. Stop tipu-tipu”, demikian bunyi postingan akun Juand Fernando Mmc.

Kepada wartawan, Pemilik Toko Aneka Jaya Bajawa, Eufrasia S Lay mengungkapkan, pihaknya merasa sangat dilukai oleh postingan Juand Fernando Mmc sebab selain diposting di grup bernama Ngada Bangkit, juga nampak disebar ke sejumlah beranda medsos facebook lainnya.

Ditambahkan, pihaknya mengetahui kejadian setelah salahsatu putrinya membaca postingan di grup facebook Ngada Bangkit.

“Kami melaporkan secara resmi perbuatan pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Ini bunyi postingannya : Satu permintaan saya untuk seluruh calon Bupati yang maju di Pilkada ini, apabila terpilih nanti, mohon pupuk dan obat-obatan serta bibit yang untuk para petani jangan menumpuk di mata sipit kulit puti. Menyebarlah ke setiap kecamatan, sehingga memudahkan masyarakat untuk pengambilannya. Semua menumpuk di toko Aneka Jaya, terus pelayanan buat kita pribumi macam ke binatang. Jangan mau maju omong visi misi 70% fokus untuk sektor pertanian, karena 70%  suara dari petani. Setelah jadi 70% mengabaikan para petani. Sudah lumrah politik di Ngada. Stop tipu-tipu”, ungkap Pemilik Toko Aneka Jaya Bajawa, Eufrasia S Lay sambil membacakan bunyi postingan akun Juand Fernando Mmc.

Pemilik Toko Aneka Jaya berharap pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum sebab perbuatan pelaku sangat melukai dan mencederai pihaknya sebagai warga negara, sebagai mitra swasta dan juga sebagai pelaku ekonomi wira usaha di daerah.

“Kalau mau tahu betul bagaimana tata cara melayani pembelian pupuk subsidi, ayo jadilah pengecer karena sangat terbuka untuk siapa saja, supaya paham pelayanannya makan waktu atau tidak saat melayani, bagaimana yang sesungguhnya. Belajarlah secara terperinci baru komentar. Jangan asal bunyi di medsos”, tutup Eufrasia S Lay,.

Keterangan Ikon Foto Berita : Nara Sumber : Pemilik Toko Aneka Jaya Ngada, NTT : Eufrasia S Lay,

WBN │Novensius │AD│Redpel-Indra