Bangunan Candi Sambimaya Memiliki Struktur Tahan Gempa

WBN, INDRAMAYU – Para arkeolog yang melakukan penelitian arkeologi di situs Candi Dingkel Desa Sambimaya, Kec. Juntinyuat, kab. Indramayu menyimpulkan bangunan kuna yang sedang dilakukan ekskavasi ini sudah menerapkan teknologi tahan gempa. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lapisan pecahan bata halus (gravel) yang mengelilingi lantai dasar bangunan. Hal tersebut disampaikan ketua tim penelitian arkeologi situs Sambimaya, Nanang Saptono kepada media, Selasa (1/6).

Nanang memaparkan temuan berupa pecahan bata setebal 10 centimeter yang mengelilingi bangunan ini merupakan stabilizer atau penahan gempa dari sebuah bangunan.

Artinya, kata Nanang, para undagi pada kala itu sudah memikirkan dampak dari kebencanaan dari bangunan yang didirikan di kawasan yang rawan bencana.

“hari ini kita menemukan lapisan gravel atau pecahan bata yang berfungsi sebagai penahan gempa dari sebuah bangunan,” jelas Nanang Saptono.

Nanang mengatakan lapisan penahan gempa ini juga ditemukan di situs situs arkeologi lainnya di Indonesia seperti kompleks percandian Batujaya di Kabupaten Karawang, dan kompleks percandian Prambanan di Jawa Tengah.

“kalo di prambanan menggunakan kerikil sebagai lapisan penahan gempanya. Sementara di Batujaya sama dengan di Sambimaya ini menghunakan pecahan bata merah,” kata Nanang Saptono.

Sementara, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Sony Prasetiya Wibawa mengatakan progres ekskavasi di situs Dingkel 1 hingga hari ke-enam ini sudah dapat menemukan dinding struktur bangunan, sudut struktur bangunan, dan lantai bangunan berundak.

Soni berharap dengan temuan tersebut, dapat terungkap bangunan apa yang ada di areal persawahan di blok dingkel desa Sambimaya tersebut.

“bisa jadi ini komplek pemukiman dimana ada areal sakral dan profannya atau bangunan lain yang masih memerlukan penelusuran mendalam,” kata sonny menjelaskan.
( Cp.Enjoy )

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •