Mangkrak Proyek SMKN 6 Ende di Detukeli, Jangan Ikutan Mangkrak Pikiran Perubahan
Penulis : Aurelius Do'o. Wartawan

Oleh : Jurnalis, Aurelius Do’o

Bermimpi wajah sekolah bisa sedikit berubah, walau letaknya di desa kampung pedalaman, nasib Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Ende di wilayah Kecamatan Detukeli Provinsi Nusa Tenggara Timur, belum seberuntung sekolah lain di bumi partiwi ini.

Betapa tidak, Proyek Pembangunan Tiga Ruang Kelas Baru, dengan nilai diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dikerjakan sekitar tahun 2016, sampai tahun 2026 hasilnya tak kunjung rampung.

Mau disebut itu contoh proyek bermasalah dan kebal hukum, kurang elok. Publik silahkan menilai masing-masing seturut pengetahuan sebagai warga negara.

Yang pasti, itu bagian dari wajah buruk pembangunan.

Harus dikatakan bahwa fenomena pembiaran itu tidak hanya sekadar urusan volume proyek belum tuntas. Tidak sebatas urusan material batu pasir tunggak dilanjutkan.

Tetapi jauh lebih emergency adalah mangkraknya gagasan atau mangkraknya ide pembangunan, mangkraknya pikiran pembangunan, terseok-seoknya pengawasan, lumpuhnya energy penuntasan proyek dan sekaratnya solusi penyelesaian.

Harap itu semua jangan ikutan mangkrak. !

Sungguh ironis. Ini menampar wajah pendidikan Indonesia, menampar pula wajah pemerintah sebagai motor penggerak yang seharusnya berkobar, menyala-nyala melakukan percepatan, mengevaluasi pembangunan, mendorong pelayanan dasar sektor pendidikan. Apalagi itu di wilayah terpencil yang harusnya menempati skala prioritas.!

Proyek bangunan 3 ruang kelas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Ende yang terletak di Kecamatan Detukeli, jangan biarkan menjadi warisan pajangan pembangunan yang tidak tuntas ditengah negara yang selalu gencar melakukan percepatan pemenuhan sarana prasarana pendidikan.

Jangan dijadikan sebagai pajangan pembanguan yang tidak mendidik dan merusak mental generasi muda bangsa. Mereka jangan dipertontonkan dengan proyek mangkrak, seolah itu hal lumrah. Tidak elok itu dijadikan tontonan bebas dari masa ke masa.

10 tahun lamanya jika dihitung dari tahun 2016 sampai 2026, bangunan itu tanpa penyelesaian. Bangunan mangkrak dibiarkan diguyur hujan, diterpa badai, seolah tidak dibutuhkan oleh negara.

Mau dibawa kemana martabat pembangunan, jati diri keuangan negara, kalau kucuran program dan anggaran hanya sekadar untuk melahirkan proyek tanpa azas manfaat.

Kasihan wajah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Ende di Kampung Wolobheto Kecamatan Detukeli sebagai salah satu miniatur pendidikan nasional, wajah pendidikan NTT, wajah pendidikan Kabupaten Ende, jika usai proyek mangkrak, susulannya mangkrak pula terobosan pemecahan masalah, mangkrak juga pikiran perubahan pembangunan dunia pendidikan di daerah.

Sekolah Negeri yang satu ini tidak layak dihiasi bangunan lapuk tanpa manfaat. Tidak layak dikadoi bangunan mangkrak tanpa jalan keluar. Sudah waktunya diselesaikan. !, Dikecam bersama, dikritisi publik dan ditemukan pemecahan terbaiknya oleh negara.

Negara harus hadir mendiagnosa masalah, menyehatkan yang sakit dan menata ulang untuk pemanfaatan.

10 Tahun dibiarkan terlantar, bukanlah waktu yang singkat.

Proyek yang pada awalnya dikerjakan dalam kewenangan daerah kabupaten, karena pada zaman itu urusan pendidikan Menengah Atas, SLTA sederajat belum dialihkan ke tangan provinsi, layak didesak untuk segera diperhatikan.

Peralihan urusan pendidikan menengah atas ke tangan provinsi bukanlah alasan untuk mewariskan proyek gagal manfaat. Pembangunan harus tetap berjalan sesuai tujuan-tujuan dasarnya. Proyek patut dievaluasi dan diselesaikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, saat dihubungi wartawan pada tanggal 9 Mei 2026 masih enggan berkomentar, sebab proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2016, yang mana pada masa itu merupakan urusan daerah kabupaten Ende.

Ia berjanji akan chek langsung kepada Kepala Sekolah.

Menurutnya, untuk kebutuhan pembangunan ruang kelas, masih ada peluang dari Program Revitalisasi Presiden Prabowo, dengan catatan syarat tanah harus clear and clean, serta dibuktikan dengan sertifikat.

Namun lebih jauh dari itu, apapun kisah dan fakta, masyarakat menuntut satu hal, yakni tuntaskan pembangunan dan ciptakan pembanguanan bermanfaat bagi generasi muda bangsa.

Bangunan mangkrak di SMKN 6 Ende adalah juga jalan untuk mewujudkan pembangunan bermanfaat, berkeadilan.

Catatan Redaksi Media WBN, Aurelius Do’o.

 

Share It.....