Media Warisan Budaya Nusantara
Peringatan Hari Pahlawan, tanggal 10 November 2025, menyisahkan secuil catatan dari Benteng Marilonga yang berada di Kampung Watunggere, Desa Watunggere Marilonga, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pantauan Tim Media ini, Senin (10/11/2025), tidak seperti biasanya Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang sebelumnya sejak kepemimpinan Bupati (Alm) Marselinus Y.W. Petu, menggelar peringatan hari pahlawan tingkat kabupaten (sejak 2020-2024), digelar di tanah kelahiran Marilonga di Kampung Watunggere, namun pada tahun 2025 tampak berubah drastis, tidak seperti biasanya.
Dikutip Media WBN, Mosalaki Watunggere, yang juga sebagai salah satu cucu kandung Pahlawan Marilonga, Kristoforus Oro Mari, membagikan catatan penting atas peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2025 di tanah kelahiran dan benteng Marilonga.
Kristoforus Oro Mari juga mengungkapkan kekecewaan dari keluarga besar Marilonga, atas kekosongan informasi dari pihak pemerintah daerah.
“Kami sangat kecewa terhadap pemerintah daerah atas kekosongan informasi dalam peringatan hari pahlawan tahun 2025. Perlu diketahui bersama, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya penyelenggaraan peringatan hari pahlawan tingkat Kabupaten Ende yang dilaksanakan di kampung asal Marilonga, itu murni atas inisiatif Pemda, tanpa ada permintaan dari keluarga. Agenda positif Pemda Ende tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan semua elemen lokal. Tidak ada kekosongan informasi, Pemda pun sangat pro aktif. Pemda juga menyampaikan janji-janji di hadapan leluhur, adat budaya dan masyarakat. Kemudian yang terjadi tahun 2025 seperti ini, sungguh ini mengecewakan. Karena itu, dari Benteng Perjuangan Pahlawan Marilonga, kami berpesan Pemda jangan memberikan kesan tidak konsisten atas apa yang telah dimulai serta diucapkan di hadapan leluhur, masyarakat dan alam semesta. Selalu lah menjunjung konsistensi dalam setiap derap langkah pembangunan daerah”, ungkap Kristoforus Oro Mari, mengingatkan.
Sebagai cucu Marilonga, Kristoforus juga menilai Pemda dari rezim ke rezim kurang maksimal berjuang mengkondisikan instrumen, agar dapat mendorong pahlawan lokal menjadi pahlawan nasional.
Ia juga menyentil janji Pemda Ende, yang sebelumnya mengumumkan akan memperjuangkan nama Pahlawan Marilonga menjadi pahlawan nasional, namun sirna di tengah jalan tanpa penjelasan memadai.
“Pada mulanya pemerintah daerah menjanjikan akan berdiri sebagai garda terdepan memperjuangkan kedudukan pahlawan daerah, tetapi pembuktiannya justeru menjadi tanda tanya besar. Ini sesungguhnya tentang konsistensi, maka perlu kami ingatkan juga, tolong jangan lupa menjunjung konsistensi, agar tidak melahirkan mosi tidak percaya dan kekecewaan mendalam dari masyàrakat”, tutup Kristoforus Oro Mari.
Rangkuman terpisah, sejumlah sumber menyebutkan, terkait pelaksanaan peringatan hari pahlawan tahun 2025, tidak berjalan seperti biasa, pasalnya akibat efisiensi anggaran.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti, mengapa terjadi kekosongan informasi, termasuk tentang janji-janji yang seolah sirna di tengah jalan.
Keterangan Foto : Mosalaki Kristoforus Oro Mari.
WBN – Editor: Aurel Do’o.
