Nagekeo : Menepik Dimensi Kepentingan, Terang Listrik di Desa Terpencil ‎

Media Warisan Budaya Nusantara

‎Keterbatasan akses listrik di beberapa daerah selalu menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah, termasuk  yang terjadi di beberapa Desa di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores NTT.

‎Desa Tedamude dan Tedakisa, di Kecamatan Aesesa misalnya, masih merasakan keterbatasan masuknya energi di wilayah tersebut.

‎Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang harus diperjuangkan oleh Anggota DPRD Nagekeo agar listrik mampu dinikmati masyarakat Nagekeo secara menyeluruh.

‎Menanggapi masuknya energi di daerah Munde tersebut, Yohanes Siga Wakil Ketua DPRD  Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Gerindra angkat bicara  usai bertemu Kepala UP3 Flores bagian barat di Labuan Bajo.

‎”Kalau bicara soal masuknya listrik di Desa Tedakisah, Desa Tedamude termasuk Kampung Makipaket di Kelurahan Mbay 2 itu prosesnya panjang. dan itu peran dari semua pihak. Kalau tidak salah dari tahun 2019-2020 kita bergerak memperjuangkannya. Memang tahun 2017 ikut acara pemakaman ibunda salah satu tokoh Nagekeo di Munde Bapak Mateus Meo, barulah tahu klau listrik di daerah tersebut belum ada. Jauh sebelum saya jadi anggota DPRD Nagekeo. Hambatan awal prosesnya tentu ada, baik akses jalan menuju daerah tersebut maupun penolakan dari pemilik lahan termasuk beberapa orang yang kini mengaku sangat berjasa atas masuknya akses listrik tersebut”, ungkapnya.

‎‎”Kabanggan kita waktu itu, bisa mengirim wanita-wanita hebat untuk ikut pelatihan di India selama 6 bulan , meskipun dengan pendidikan yang minim bahkan ada yang tidak tamat SD, tapi menariknya, mampu menyesuaikan diri dengan peserta dari  beberapa negara lain yang ikut.  Bahkan kelompok dari daerah kita bisa bersaing dan juara di India”, ujarnya

‎‎Lebih lanjut Yan menyampaikan, rasa syukur karena progresnya berjalan baik dari waktu kewaktu.  ini juga bentuk kerja kolaboratif teman-teman DPRD, Yayasan, Pemerintah dan dukungan masyarakat setempat sehingga bisa berjalan baik.

‎”Kita sekarang fokus untuk kesejahteraan rakyat karena itu tugas kita duduk di parlemen. Abaikan dulu kepentingan lain, konflik-kinflik politik yang tidak perlu.  fokus kerja untuk rakyat. Kalau listrik sudah masuk lancar, jelasnya dapur MBG pasti masuk untuk daerah terpencil, sehingga pemerataan itu ada sejalan dengan visi Presiden, menyiapakan sumber daya, menuju Generasi Emas 2045. “Jelasnya”.

‎Masih banyak juga tempat lain di Nagekeo, yang masih membutuhkan listrik, itu juga masih menjadi perhatian kita .  kalau kita ribut-ribut soal peran, tidak fokus penyaluran, nanti bantuan lari ke daerah lain. Yang rugi sapa?  ya masyarakat kita lah. “tegasnya”

‎Hal serupa diungkapkan Wakil 1 DPRD Nagekeo Lukas Y. M.P Boleng. Menurutnya keberhasilan itu peran semua pihak dan semuanya itu tentu melalui proses.

‎” Mereka yang jalan komunikasi juga kita teman-teman DPRD lain yang mengutus. ya, meskipun ada yang pulang tidak berhasil dan sebaliknya ada yang pulang berhasil, kita tetap apresiasi sebagai bagian dari komunikasi politik untuk memeperjuangkannya.” jelas dia

‎”Walaupun selanjutnya ada pertentangan itu bagian dari dinamika, harus bisa mengutamakan kepentingan rakyat. jadi harus solid untuk membangun daerah ini. Karena itu kata kunci.  “tutupnya”

WBN -Wil






Share It.....