Gempa Magnitudo 7,7 di Flores: Meningkat 47 Warga Meninggal, Ribuan Jiwa Mengungsi

JAKARTA, WBN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus melonjak mencapai 47 orang.

Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, upaya penanganan darurat dan verifikasi data dampak kerusakan masih terus berjalan di lapangan. Sebelumnya dikabarkan 33 korban ditemukan meninggal, meningkat menjadi 40 korban tewas. Terus bertambah menjadi 47 korban meninggal dunia.

Berdasarkan data mutakhir BNPB, gempa tektonik yang berpusat di laut pada jarak 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer tersebut, memicu dampak kerusakan yang tersebar di sejumlah kabupaten meliputi Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo.

Selain korban meninggal dunia, bencana ini menyebabkan 50 warga mengalami luka-luka, 1 orang dilaporkan hilang, data sementara sedikitnya 2.000 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kerusakan sektor permukiman warga tercatat cukup masif. Data sementara 346 unit rumah tinggal mengalami kerusakan, dengan rincian 157 unit rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Gempa juga berdampak signifikan pada sektor pelayanan publik. Fasilitas pendidikan menjadi sektor paling terdampak dengan kerusakan mencapai 87 unit sekolah.

Sementara di sektor kesehatan, 18 unit puskesmas atau pos kesehatan serta 1 rumah sakit di Maumere dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan lain juga ditemukan pada 5 tempat ibadah dan 6 gedung perkantoran pemerintah.Inspeksi pada infrastruktur transportasi menunjukkan adanya dampak kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan terminal di lima bandara setempat.

Kendati demikian, otoritas memastikan area landas pacu (runway) di seluruh bandara tersebut tetap aman dan berfungsi. Kerusakan infrastruktur transportasi laut juga teridentifikasi pada terminal penumpang di Pelabuhan Maumere dan Pelabuhan Reo.

Merespons situasi darurat ini, pemerintah pusat melalui sinergi BNPB, Kementerian Sosial, dan TNI telah memobilisasi ribuan personel ke area terdampak. Puluhan ribu paket bantuan logistik darurat juga mulai dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di posko-posko penampungan.

Pihak otoritas menyatakan bahwa proses pendataan dan verifikasi angka korban maupun tingkat kerusakan infrastruktur di lapangan masih terus dilakukan secara berkala demi memastikan penanganan yang tepat sasaran.

WBN

Share It.....