Gempa M 7,7 Flores: Polri Kerahkan Tim SAR Gabungan dan Logistik Lintas Polda

JAKARTA, WBN — Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan personel tambahan dan bantuan logistik untuk mempercepat penanganan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Korps Bhayangkara memprioritaskan evakuasi, pencarian korban, dan pendataan dampak kerusakan di wilayah terdampak.

Melalui Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Polri telah menginstruksikan jajaran setempat untuk segera mendirikan posko darurat. Operasi kemanusiaan ini dilakukan secara terpadu bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah.

“Polri hadir untuk masyarakat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh kekuatan yang ada akan terus kami optimalkan untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, dan penanganan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Guna memperkuat penanganan di lapangan, Markas Besar (Mabes) Polri menyiagakan dukungan tambahan. Bantuan tersebut meliputi personel SAR Korps Brimob, tim kesehatan, tim Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI), unit K9, hingga pasokan logistik.Selain itu, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Polda Bali, dan Polda Jawa Timur juga disiagakan untuk mengirimkan bantuan penyokong.

Pada tahap awal, bantuan yang dikirimkan diprioritaskan berupa tenda darurat, perangkat komunikasi, dan bahan makanan pokok.Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah memercayai serta menyebarkan informasi yang belum terverifikasi (hoaks). Terutama, informasi sepihak yang berkaitan dengan jumlah korban, skala kerusakan, ancaman tsunami, maupun potensi gempa susulan.

WBN

 

Share It.....