NTT : Ratusan Rumah di Ngada Rusak, Penanganan Darurat Mulai Berjalan

BAJAWA, WBN — Sedikitnya 537 rumah warga yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan mulai dari tingkat ringan hingga berat akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Dihimpun WBN, (16/8) Pemerintah Daerah Ngada kepemimpinan Bupati Raymundus Bena bersama lWakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu telah menetapkan status tanggap darurat dan mulai menyalurkan bantuan logistik.

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada hingga Sabtu pukul 19.00 WITA, dampak kerusakan tidak hanya menimpa permukiman warga, tetapi juga menyasar sejumlah infrastruktur publik.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asisten 2) Setda Ngada, Nicolaus Noywuli, memaparkan bahwa fasilitas publik yang terdampak meliputi 14 kantor pemerintahan, 14 fasilitas kesehatan, 39 fasilitas pendidikan, 12 tempat peribadatan, 4 fasilitas kesehatan hewan, 2 jaringan air minum, serta 1 fasilitas irigasi.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kampung Dhokoudou/Tololela, Desa Manubhara.Di sektor transportasi, gempa memicu kerusakan pada lima ruas jalan strategis.

Jalur tersebut antara lain ruas Laja-Boba (Wolôngizu), jalan menuju Pemakaman Umum Rakalaba, jalan masuk Dusun Tuku Waruwaja, ruas Ledhi-Soa, serta ruas Waepana-Riung (Wulabhara).

Terkait dampak terhadap warga, BPBD Ngada mencatat delapan orang mengalami luka-luka, dengan rincian tujuh orang luka ringan dan satu orang luka sedang.

Otoritas belum melaporkan korban luka berat ataupun korban jiwa. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis dari petugas kesehatan setempat.

Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan bahwa seluruh data kerusakan tersebut masih bersifat dinamis. Proses verifikasi dan pemutakhiran data di lapangan masih terus berjalan melibatkan kepala desa, lurah, hingga camat.

“Data ini masih sementara dan kemungkinan akan berubah seiring proses pendataan yang terus berjalan di lapangan,” ujar Raymundus dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Jabatan Bupati Ngada, Sabtu malam.

Rapat turut dihadiri oleh jajaran Polres Ngada, Kodim 1625/Ngada, Kejaksaan Negeri, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Ngada telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat serta SK Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat yang dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati.

Penanganan darurat dan penyaluran bantuan logistik berupa bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan susu, mulai didistribusikan kepada warga terdampak pada Minggu (16/8/2026) pagi.

BPBD Ngada juga tengah mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan darurat seperti tenda peleton, tenda posko, velbed, makanan, dan alat penerangan dengan Pusdalops PB NTT, BNPB, BMKG, serta PVMBG.

WBN

 

 

Share It.....