NTT, WBN — Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Penyaluran bantuan logistik tahap kedua berupa tenda peleton ini difokuskan untuk memulihkan aktivitas pendidikan dan keagamaan, menyasar hingga wilayah pelosok yang sulit dijangkau.
Hingga Minggu (13/9/2026), aksi kemanusiaan IKAL Lemhannas RI ini telah berjalan dalam dua gelombang. Bantuan tahap pertama yang meliputi paket sembako, selimut, dan tikar telah didistribusikan sebelumnya.
Sementara itu, bantuan tahap kedua berupa tenda darurat mendarat di Sekretariat Posko IKAL Lemhannas Peduli di Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Rabu (9/9/2026).
Logistik ini dikirim dari posko utama di Labuan Bajo, dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.
Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT sekaligus Koordinator Posko Peduli Bencana Flores, Romo Dr Rofinus Neto Wuli, S.Fil.,M.Si (Han), memimpin langsung pendistribusian tersebut sejak Jumat (11/9/2026).
Dalam dua hari pertama, sebanyak sembilan unit tenda darurat berukuran besar berhasil didirikan di sejumlah titik krusial di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.
Pendistribusian ini menembus wilayah dengan medan ekstrem, mulai dari kawasan utara Flores di Riung, Ngada, hingga daerah lingkar luar pantai selatan di Desa Lewangera, Kecamatan Keo Tengah, Nagekeo.
Dalam pergerakannya, tim logistik berkolaborasi dengan civitas akademika Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa guna memastikan ketepatan data penerima manfaat.
“Aksi kemanusiaan ini merupakan perwujudan dari nilai-nilai kebangsaan, belarasa, serta solidaritas yang kuat di antara sesama anak bangsa,” ujar Romo Rofinus.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi gotong royong yang melibatkan Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro, jajaran TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para donatur yang memfasilitasi pengiriman logistik hingga ke lokasi bencana.
Menyasar Fasilitas Umum

Posko darurat memprioritaskan bantuan tenda peleton untuk rumah ibadah dan lembaga pendidikan darurat guna mempercepat pemulihan aktivitas sosial masyarakat.
Berdasarkan data posko, bantuan telah terpasang di beberapa lokasi strategis di Kabupaten Ngada, antara lain Kapela Maria Imaculata Lengkosambi, Masjid Al Ikhsan Nangamese, SDI Ngelapadhi, Kapela St. Petrus Boba, Kapela St. Yosef Menge, SDK Ngedukelu, dan SDK Mataia. Sementara di Kabupaten Nagekeo, tenda didirikan di Kapela Lewangera.
Kehadiran tenda darurat ini disambut baik oleh komunitas setempat yang kehilangan fasilitas penunjang akibat gempa.
Staf Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda), Marselinus Lalu, saat menerima bantuan di SDK Mataia Golewa, mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi solusi krusial bagi keberlanjutan proses belajar mengajar.
“Kami sangat mengapresiasi solidaritas nyata ini. Kehadiran sekolah darurat pasca-gempa sangat membantu anak-anak di SDK Mataia di tengah keterbatasan sarana dan prasarana saat ini,” kata Marselinus.
Hal senada juga diutarakan oleh pengurus Masjid Al Ikhsan Nangamese di Kecamatan Riung, Muklis Manepo serta jajaran lainnya penerima bantuan tenda IKAL Lemhannas.
Mereka menilai bantuan tenda ini sangat meringankan beban warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan sosial di wilayah-wilayah yang minim akses bantuan luar.
WBN
