Pascagempa, Ratusan Keluarga di Riung Terima Bantuan Kemanusiaan dari BINUS University

NGADA, WBN — Universitas Bina Nusantara (BINUS University) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi dan tsunami di Desa Tadho dan Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Penyaluran bantuan berbasis pemetaan kebutuhan (assessment) lapangan ini menyasar ratusan keluarga yang tengah berjuang di masa pemulihan pascabencana.

Melalui Community Development Center – Teach For Indonesia (TFI), bantuan didistribusikan secara spesifik. Di Desa Tadho, bantuan diberikan kepada warga yang menghuni 105 rumah. Sebanyak 40 rumah di antaranya yang mengalami dampak langsung tsunami mendapatkan tambahan paket peralatan dapur dan perlengkapan rumah tangga.

Selain paket khusus tersebut, seluruh penerima manfaat di Desa Tadho mendapatkan paket kebersihan, bahan pangan pokok, perlengkapan bayi dan balita, serta perlengkapan tidur darurat seperti kelambu dan bantal.

Berdasarkan data desa, terdapat 127 keluarga di wilayah tersebut, di mana beberapa keluarga masih tinggal bersama dalam satu atap rumah. Sementara itu, di Desa Lengkosambi Utara, sebanyak 75 keluarga menerima empat kategori paket bantuan serupa untuk menopang kebutuhan dasar harian mereka.

Perwakilan Community Development Center – TFI BINUS University, Diaz Muhida, menjelaskan bahwa pemisahan jenis bantuan dilakukan agar logistik yang dikirimkan benar-benar tepat sasaran.

“Kebutuhan masyarakat di setiap wilayah berbeda. Sejak awal kami berkoordinasi dengan pemerintah desa agar paket yang diberikan dapat menjadi bantalan awal proses pemulihan warga,” ujar Diaz melalui keterangan tertulis, September 2026.

Proses distribusi ini melibatkan Kepala Desa Tadho Saparudin, Kepala Desa Lengkosambi Utara Hans Tonda, serta sejumlah relawan lokal untuk memastikan pemerataan bantuan secara transparan.

Bantuan tanggap bencana ini memicu ruang kolaborasi baru antara pihak akademisi dan pemerintah daerah. Kepala Desa Tadho, Saparudin, berharap kerja sama ini tidak berhenti pada masa darurat bencana, melainkan berlanjut ke program pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Lengkosambi Utara, Hans Tonda. Menurut dia, desanya memiliki potensi pariwisata besar yang belum tergarap optimal.

“Ke depan, kami berharap ada kolaborasi program yang bisa membuka peluang ekonomi baru agar masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi,” kata Hans.

Menanggapi harapan tersebut, Diaz menyatakan pihak universitas sangat terbuka untuk merancang program pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.

Langkah kemanusiaan ini juga memperpanjang napas pengabdian BINUS University di Ngada, setelah sebelumnya pada Juli–Agustus 2025 menerjunkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) bersama LLDIKTI Wilayah III.

Aksi nyata ini sejalan dengan komitmen universitas untuk terus memberdayakan dan membangun masyarakat (Fostering and Empowering the Society) melalui kontribusi yang relevan dan berdampak berkelanjutan bagi bangsa.

WBN

Share It.....