NGADA, WBN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana.
Langkah ini penting agar para pengungsi dapat segera pindah dari tenda-tenda darurat ke tempat tinggal yang lebih layak sebelum hunian tetap (huntap) didirikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi V Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Lilik Kurniawan, saat memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Ngada, unsur Forkopimda, dan jajaran pimpinan perangkat daerah di Aula Bapperida Ngada, Rabu (23/9/2026).
“Harap dipastikan huntara cepat selesai karena pengungsi harus segera masuk ke hunian yang layak, bukan lagi bertahan di tenda-tenda pengungsian, sembari kita menyiapkan pembangunan huntap,” ujar Lilik.
Selain hunian, BNPB juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, khususnya pemenuhan pangan yang memadai. Lilik mengakui bahwa evaluasi berkala dan sinergi antarlini sangat diperlukan untuk menutupi berbagai kekurangan dalam manajemen penanggulangan bencana di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, BNPB mengingatkan bahwa bantuan logistik darurat dari pemerintah pusat memiliki batas waktu dan telah berakhir. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk tidak bergantung pada donatur, melainkan segera melakukan pengadaan mandiri guna memperkuat stok logistik daerah.
Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan dana bantuan siap pakai (DSP) yang diarahkan langsung oleh Presiden.
“Jika ada kekurangan logistik, optimalkan dana bantuan presiden sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan. Anggaran tersebut harus diserap sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana, sesuai dengan arahan langsung Presiden,” kata Lilik.
Merespons arahan tersebut, Wakil Bupati Ngada Bernandinus Dhey Ngebu menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak BNPB. Pemkab Ngada berkomitmen mempercepat proses transisi penanganan bencana dari fase darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan arahan dari BNPB. Arahan ini akan menjadi acuan bagi kami untuk mempercepat pemulihan pascagempa, khususnya dalam pembangunan huntara,” tutur Bernandinus.
Usai melangsungkan rapat koordinasi, tim BNPB meninjau langsung kondisi ketersediaan logistik di posko utama bencana. Sehari sebelumnya, perwakilan BNPB juga telah turun ke lapangan untuk melihat kondisi para pengungsi di wilayah Kecamatan Riung.
WBN
