NGADA, WBN — Pemerintah Kabupaten Ngada NTT bergerak cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu turun langsung ke lapangan untuk memimpin pendistribusian bantuan logistik tahap awal, Minggu (16/8/2026).
Untuk mempercepat penanganan, Bupati dan Wakil Bupati berbagi tugas memimpin armada bantuan ke wilayah terdampak. Penyaluran logistik tahap pertama difokuskan ke tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Riung, Riung Barat, dan Aimere.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, bantuan yang disalurkan ke Kecamatan Riung meliputi 500 kilogram beras (100 karung kemasan 5 kg), 100 papan telur, 50 liter minyak goreng, 50 dus mi instan, 30 kilogram gula pasir, 2 dos pembalut wanita, serta 5 lembar terpal ukuran 10 x 12 meter.
Sementara itu, untuk Kecamatan Riung Barat, Pemkab Ngada mengirimkan 500 kilogram beras, 35 papan telur, 50 liter minyak goreng, 50 dus mi instan, 30 kilogram gula pasir, 2 dos pembalut wanita, dan 5 lembar terpal.
Adapun untuk Kecamatan Aimere, logistik yang dipasok berupa 40 karung beras, 40 kilogram gula pasir, 40 dus mi instan, 40 liter minyak goreng, dan 40 papan telur.
Selain pemenuhan kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan fasilitas kesehatan yang lumpuh. Di Maronggela, tim darurat mendirikan fasilitas pelayanan darurat untuk menggantikan gedung Puskesmas Maronggela yang rusak total akibat guncangan gempa. Fasilitas darurat tersebut dilengkapi dengan tenda penampungan, genset untuk pasokan listrik, dan peralatan medis esensial.
WBN
