Bupati Ngada Ucap Duka Mendalam, Gempa Susulan 17 Agustus Dua Warga Meninggal
Bupati Ngada Raymundus Bena didampingi Ketua DPRD Romilus Juji, berikan Keterangan Pers Kedukaan, Posko Darurat Bencana,BPBD Bajawa, 17/8/2026

BAJAWA, WBN — Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya dua warga akibat gempa bumi susulan yang mengguncang wilayah Flores pada Senin (17/8/2026) pagi.

Laporan korban jiwa ini merupakan yang pertama sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).Bupati Ngada Raymundus Bena, bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu dan jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada, menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ngada, saya menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya dua warga kami akibat gempa susulan hari ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan,” ujar Raymundus di Bajawa, Senin.

Raymundus menambahkan, sehari sebelum gempa susulan terjadi, ia bersama Wakil Bupati telah meninjau langsung wilayah terdampak di Kecamatan Riung dan Riung Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi darurat sekaligus menyalurkan bantuan logistik tahap pertama.

Menyusul adanya laporan korban jiwa, pemerintah daerah memastikan akan terus meningkatkan penanganan pascabencana dan memperbarui pendataan dampak kerusakan.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada Yohanes Ghae mengonfirmasi identitas kedua korban di Posko BPBD Bajawa, Senin siang.

“Berdasarkan data terverifikasi yang kami terima, korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Korban pertama bernama Separ (79), warga Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, dalam pengungsian, meninggal akibat tertimpa reruntuhan batu. Korban kedua adalah seorang bayi berusia 10 bulan di Lengkosambi, Kecamatan Riung,” kata Yohanes.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik susulan tersebut terjadi pada pukul 07.46 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 40 kilometer timur laut Nagekeo, Flores. Guncangan yang berlangsung selama beberapa detik itu dirasakan kuat di sejumlah wilayah Flores, termasuk Bajawa dan sekitarnya.

Kabar duka ini bertepatan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kelurahan Mataloko, Kabupaten Ngada, kepanikan sempat melanda warga dan pegawai kantoran yang sedang bersiap mengikuti upacara. Mereka berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Hingga saat ini BPBD Kabupaten Ngada bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan fasilitas umum dan rumah warga akibat rangkaian gempa tersebut.

WBN

Share It.....