Ngada Berduka : Gempa Susulan 17 Agustus, Renggut Nyawa Warga, Korban Pertama
Kepala BPBD Ngada,Yohanes Ghae, saat berikan keterangan pers "Kabar Duka" kepada wartawan, Senin 17 Agustus 2026. Lokasi: Posko Bencana / BPBD Bajawa.

NGADA, WBN — Gempa bumi susulan bermagnitudo 5,8 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (17/8/2026) pagi, mengakibatkan dua warga Kabupaten Ngada meninggal dunia.

Kabar duka ini terjadi di tengah pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Kedua korban jiwa ini menjadi korban pertama yang dilaporkan sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 melanda wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae, mengonfirmasi data korban tersebut saat ditemui di Posko BPBD Bajawa, Senin siang.

“Kami menyampaikan dukacita mendalam. Berdasarkan data terverifikasi yang kami terima, korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Korban pertama bernama Separ (79), warga Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, dalam pengungsian, meninggal akibat tertimpa runtuhan batu. Korban kedua adalah seorang bayi berusia 10 bulan di Lengkosambi, Kecamatan Riung,” ujar Yohanes.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik susulan ini terjadi pada pukul 07.46 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 40 kilometer timur laut Nagekeo, Flores, dengan kedalaman tertentu.Guncangan yang berlangsung selama beberapa detik ini dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Flores, termasuk Bajawa dan sekitarnya.

Di Kelurahan Mataloko, Kabupaten Ngada, kepanikan sempat melanda warga yang sedang bersiap atau melaksanakan upacara. Masyarakat dan pegawai kantoran berhamburan keluar gedung untuk menghindari risiko bangunan ambruk.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Ngada bersama instansi terkait masih terus melakukan pendataan dampak kerusakan fasilitas dan rumah warga akibat gempa susulan tersebut.

WBN

 

Share It.....