Gelar Gerakan Pangan Murah di Ngada, Bulog Jual Beras SPHP Rp58 Ribu per 5 Kg

NTT, WBN — Perum Bulog memastikan pasokan dan keterjangkauan harga pangan pokok di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, tetap aman pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada pertengahan Agustus 2026.

Langkah mitigasi difokuskan pada kelancaran distribusi guna menekan potensi lonjakan inflasi di daerah terdampak.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Arrahim Karimulo Kanam, menjelaskan bahwa Bulog bersiaga penuh melayani tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Penyaluran bantuan terbesar terkonsentrasi di empat kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.

“Kami telah menyalurkan hampir 1.300 ton beras untuk bantuan bencana alam, ditambah 100 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta dukungan penyaluran dari Kementerian Sosial. Selain itu, hampir 7.000 liter minyak goreng juga telah didistribusikan,” ujar Arrahim di sela-sela peninjauan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kartini, Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (10/9/2026).

Arrahim menambahkan, program pangan murah yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan setempat ini bertujuan untuk mengendalikan harga beras yang mulai merangkak naik. Dalam operasi pasar tersebut, Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram.

Selain beras, Bulog juga menyalurkan bantuan berupa minyak goreng, gula, telur, selimut, dan air minum kemasan melalui BPBD Ngada.

Kendala Distribusi

Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Herlinda Bate, mengonfirmasi terjadinya kenaikan inflasi pada Agustus lalu bukan karena masalah stok, tetapi disebabkan oleh terganggunya rantai distribusi dan aktivitas pascapanen warga akibat bencana gempa bumi.

“Bulog telah hadir membantu sejak awal. Apresiasi atas pelayanan dan siaga Perum Bulog. Pada tahap pertama, didistribusikan sebanyak 8,05 ton, disusul tahap kedua sebanyak 78,24 ton, dan tahap ketiga sebanyak 25,2 ton,” kata Herlinda.

Sementara untuk memastikan stabilitas harga jangka pendek di tingkat konsumen, Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Bajawa, Daenny Nicxan Obije, menegaskan bahwa ketersediaan stok di gudang mereka masih sangat mencukupi.

“Saat ini, stok beras di Bulog Bajawa tersedia sebanyak 1.500 ton. Jumlah ini sangat aman dan memadai untuk melakukan intervensi pasar guna mengendalikan harga,” tutur Daenny.

WBN

 

Share It.....