Media WBN|CIREBON — Momentum Hari Bhakti Perhubungan 2026 yang mengusung tema “Menghubungkan Indonesia Untuk Masa Depan Lebih Maju” menjadi ajang refleksi bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon. Instansi ini menyatakan komitmennya untuk terus membenahi kualitas pelayanan publik dan sistem transportasi kota. Senin (21/09)
Sekretaris Dishub Kota Cirebon, Ujianto WUD, ATD., mengungkapkan bahwa momentum tahun ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk bergerak lebih maju. Salah satu strategi utama yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan teknologi informasi.
“Momentum Hari Bhakti adalah refleksi terhadap apa yang sudah kita lakukan dan penambah semangat dalam pelaksanaan tugas ke depan. Kami terus berbenah dengan semangat kolaborasi agar transportasi Cirebon menjadi lebih baik,” ujar Ujianto melalui pesan tertulis.
Lima Langkah Perbaikan di Lapangan
Ujianto memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah berjalan demi meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Kota Cirebon, antara lain:
* Peningkatan plotting petugas di titik rawan macet pada jam padat (pagi, siang, sore, dan malam).
* Penutupan median jalan yang rawan kecelakaan, salah satunya di Jalan By Pass depan Kantor Dispusip.
* Penyesuaian siklus lampu lalu lintas (traffic light) di beberapa persimpangan kota.
* Edukasi tertib lalu lintas yang menyasar pelajar dan anak usia dini.
* Optimalisasi Forum LLAJ secara berkala sebagai wadah kolaborasi antarinstansi.
Terkendala Data Anggaran dan Evaluasi
Meski memaparkan sejumlah program kerja, Dishub Kota Cirebon belum memberikan rincian menyeluruh terkait dampak nyata, evaluasi program, maupun dukungan anggarannya.
Saat dikonfirmasi mengenai persentase alokasi APBD yang dikucurkan untuk mendukung program-program tersebut, Ujianto mengaku belum memegang datanya.
“Mengenai jumlah APBD yang diberikan Pemkot Cirebon, jawabannya ya ini kurang tahu, Kang,” tulisnya singkat saat diwawancarai wartawan via WhatsApp.
Pertanyaan mendalam mengenai indikator keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi serta hasil evaluasi efektivitas Forum LLAJ juga belum mendapat penjelasan lebih lanjut.
(Hendry & Eddy)
