MAUMERE, WBN — Roda birokrasi Pemerintah Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur resmi memasuki babak baru. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melantik Margaretha Movales Da Maga Bapa sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka definitif di Aula Universitas Nusa Nipa, Maumere, Rabu (7/10/2026).
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik balik penguatan pelayanan publik yang lepas dari jebakan rutinitas administrasi.
Margaretha Movales Da Maga Bapa, yang akrab disapa Femy Bapa, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Sikka. Dengan pelantikan ini, Femy memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani kebijakan kepala daerah dengan eksekusi di tingkat aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pidato pelantikannya, Bupati Sikka yang populer dengan inisial JPYK menegaskan bahwa pengisian jabatan struktural tertinggi di lingkungan ASN ini bukan sekadar seremoni tata laksana pemerintahan. Ia menyebutnya sebagai momentum krusial untuk memperkuat barisan pengabdian kepada masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pengisian sebuah jabatan, tetapi pemberian kepercayaan, tanggung jawab, dan amanah untuk memastikan roda pemerintahan berjalan semakin efektif, profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Juventus.
Sebagai motor penggerak birokrasi, Sekda baru dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun komunikasi lintas sektor. Juventus berharap Femy Bapa mampu mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah, memperkuat koordinasi dengan DPRD, membangun sinergi dengan Forkopimda, serta menjaga ritme hubungan kerja dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Menurut Juventus, kemampuan kepemimpinan yang inklusif sangat dibutuhkan dalam dinamika politik dan pembangunan daerah saat ini. Sekda harus mampu mendengar, merangkul, dan menyatukan seluruh elemen birokrasi agar bergerak dalam satu arah yang sama.
Ia juga memberikan otokritik yang tajam terhadap performa ASN di Kabupaten Sikka. Identitas utama ASN sebagai pelayan masyarakat sering kali luntur akibat terjebak dalam formalitas kerja harian.
“Setiap gaji dan fasilitas negara yang diterima ASN harus diikuti dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan karya terbaik kepada masyarakat. ASN tidak boleh memandang pekerjaan hanya sebagai rutinitas administrasi,” kata Juventus.
Salah satu strategi yang didorong Pemkab Sikka untuk mendobrak kekakuan birokrasi adalah penerapan Manajemen Talenta ASN. Sistem berbasis merit ini dirancang untuk memetakan potensi pegawai secara objektif, profesional, serta berbasis kompetensi dan kinerja.
Melalui sistem ini, ASN yang berprestasi dijanjikan ruang berkembang yang luas, sementara yang berpotensi akan mendapatkan pembinaan terstruktur. Tujuannya adalah menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan adil di internal pemerintahan.
“Birokrasi Kabupaten Sikka tidak boleh hanya sibuk dengan rutinitas administrasi, tetapi harus mampu bergerak, bekerja, dan menghasilkan dampak nyata. Seluruh ASN harus menjadi motor penggerak pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton,” ucap Juventus.
Pembangunan Sikka, lanjutnya, mustahil mewujud jika ego sektoral masih mendominasi. Kemajuan daerah membutuhkan kerja kolektif yang inovatif, bukan sekadar kepatuhan pasif terhadap perintah atasan.
ASN Sikka dituntut memiliki inisiatif dan keberanian dalam melahirkan terobosan serta menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
Acara pengambilan sumpah dan janji pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, unsur Forkopimda, Ketua Yayasan UNIPA Sabinus Nabu, para pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.
WBN
