Padma: Kontradiktif Keluarga Bilang Kematian  YBR Takdir Tapi Bilang Mati Tidak Wajar, Ada Apa

Media Warisan Budaya Nusantara

Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia  atau disingkat Padma Indonesia, melalui Ketua Dewan Pembina, Gabriel Goa, Jakarta (15/2), menilai ada yang patut dipertanyakan terkait ungkapan takdir dibalik tragedi bocah YBR, pelajar kelas IV Sekolah Dasar yang ditemukan tidak bernyawa pada 29 Januari 2026.

Jasad bocah YBR ditemukan tergantung di pohon cengkeh depan pondok neneknya.

“Kami merasa patut bertanya, mengapa kontradiktif sekali. Laporan kabar media memberitakan Ibu kandung dari almarhum YBR mengatakan “mata golo” maka pihak keluarga menggelar ritual pemulihan melalui rangkaian ritual adat Ngada. Mata Golo dalam bahasa Bajawa Ngada berarti kematian tidak wajar. Namun pada kesempatan berbeda kami menonton siaran keterangan Pers Polres Ngada saat menutup kasus, disitu diumumkan bahwa pihak keluarga menyatakan bahwa kematian YBR adalah takdir atau ajalnya telah tiba. Maka menurut kami, kalau bicara kematian takdir maka itu jenis kematian wajar. Bukan mati tidak wajar atau mata golo. Kira-kira ada apa sebenarnya dibalik ini semua. Ini sangat kontradiktif”, terang Gabriel Goa.

Ia meminta semua pihak mencermati sungguh-sungguh segala peristiwa hukum yang terjadi demi bisa terungkap misteri kematian Bocah YBR di Ngada.

“Kami minta semua pihak mencermati sungguh-sungguh semua peristiwa hukum yang terjadi. Menurut kami kematian YBR masih merupakan misteri”, tutupnya.

Sebelumnya dikabarkan Polres Ngada (12/2/2026) menghentikan penyelidikan kasus kematian Bocah YBR (10).

Polres mengumumkan bahwa pihak keluarga sudah menerima kematian bocah YBR sebagai takdir atau ajal dan keluarga juga menyatakan menolak proses autopsi.

Sementara itu sebelumnya Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sesi jumpa pers di rumah jabatan, (5/2/2026) disaksikan utusan khusus Kementerian Dalam Negeri yang diturunkan guna mendalami tragedi Bocah YBR, Bupati Raymundus mengatakan bahwa segala urusan ritual adat pemulihan atas duka kematian tidak wajar “mata golo” dibalik tragedi Bocah YBR, itu semua ditanggung oleh pemerintah daerah.

Liputan duka, jasad almarhum Bocah YBR dimakamkan dengan tradisi mati tidak wajar, mata golo.

WBN

Share It.....