NTT, WBN — Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) Republik Indonesia menyalurkan bantuan tenda peleton ke sejumlah titik terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Salah satu bantuan tersebut menyasar Sekolah Dasar Katolik (SDK) Mataia di Kecamatan Golewa, Ngada, yang merupakan almamater Wakil Sekretaris Jenderal III IKAL Lemhannas RI, Yosef Nae Soi.
Pendistribusian bantuan tahap II ini dipimpin langsung oleh Ketua IKAL Lemhannas Provinsi NTT sekaligus Korwil Bali Nusra DPP IKAL Lemhannas RI, Romo Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si. (Han), Jumat (11/9/2026).
Posko IKAL Lemhannas Peduli Gempa Flores menembus wilayah pelosok dengan medan ekstrem demi memastikan bantuan kemanusiaan tiba di lokasi yang membutuhkan.
Sebelum bantuan ini tiba, para siswa dan guru di SDK Mataia terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar di bawah sekolah darurat. Mereka hanya mengandalkan satu lembar terpal pinjaman yang kondisinya sudah robek.
Kedatangan tim Posko Peduli Bencana Flores IKAL Lemhannas disambut antusias oleh para murid, jajaran tenaga pendidik, serta perwakilan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda).

“Kami datang menyalurkan kasih peduli dari IKAL Lemhannas berupa tenda peleton untuk mendukung Kegiatan Belajar Mengajar di SDK Mataia. Terimalah persembahan solidaritas kemanusiaan ini dengan suka cita dan semangat untuk bangkit,” ujar Romo Rofinus di hadapan para siswa dan guru.
Selain menyerahkan dan mendirikan tenda, tim IKAL Lemhannas juga menggelar pemulihan trauma (trauma healing) secara spontan bagi para pelajar. Romo Rofinus mengajak para siswa berdoa bersama dan memberikan motivasi belajar untuk membangkitkan mental anak-anak pascabencana.
Kepala SDK Mataia, Katharina Meo, bersama para guru mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat ini. Bantuan tenda dinilai sangat krusial di tengah keterbatasan fasilitas sekolah setelah diguncang gempa.
Apresiasi senada disampaikan oleh perwakilan Yasukda Ngada, Marselinus Lalu, S.Fil. yang turut hadir di lokasi.
“Kami sangat terharu atas perhatian nyata ini. Terima kasih kepada IKAL Lemhannas yang telah berkenan hadir langsung ke pelosok untuk membantu lembaga pendidikan kami,” tuturnya.
Setelah memastikan tenda peleton berdiri kokoh dan siap digunakan untuk kelas darurat, tim relawan IKAL Lemhannas langsung melanjutkan perjalanan ke titik terdampak bencana lainnya di wilayah Ngada dan Nagekeo.
WBN
