Investasi Ritel Merambah Perbatasan, Pemkab Belu Minta MyRoxy Superstore Wadahi UMKM

ATAMBUA, WBN — Pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste terus menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan resminya pengoperasian pusat perbelanjaan modern MyRoxy Superstore di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9/2026).

Kehadiran investasi ritel ini diharapkan dapat memperkuat iklim investasi sekaligus menggerakkan ekonomi domestik.

Peresmian gerai baru ini diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu, manajemen MyRoxy, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu Vincensius Kurniawan Laka, yang hadir mewakili Bupati Belu, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengapresiasi keputusan manajemen untuk berinvestasi di wilayah perbatasan.

Kehadiran pusat perbelanjaan ini dinilai strategis dalam membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

“Kami menyambut baik kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Belu. Ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah yang langsung menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Vincensius saat membacakan sambutan Bupati Belu.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk terus mempermudah regulasi dan perizinan investasi. Langkah ini diambil guna memastikan modal yang masuk memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Kemitraan dengan UMKMKendati menghadirkan konsep modern, Pemkab Belu mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan sektor ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah secara khusus meminta manajemen MyRoxy untuk menyediakan ruang pamer atau etalase khusus bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Produk unggulan seperti kain tenun ikat khas Belu, kerajinan tangan, dan produk kuliner lokal diharapkan dapat diberi ruang agar mampu bersaing di pasar modern.

“Sinergi antara ritel modern dan UMKM sangat penting agar pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif. Ritel modern dan usaha kecil harus bisa tumbuh bersama,” kata Vincensius.

Menanggapi permintaan tersebut, Anggota Dewan Direksi MyRoxy Superstore Atambua, Idwan Hardi, menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan ekosistem ekonomi lokal. Menurut dia, kehadiran ritel ini dirancang untuk melengkapi pilihan belanja masyarakat dengan harga kompetitif tanpa mematikan usaha kecil yang sudah ada.

“Kami hadir untuk memberikan alternatif belanja yang lengkap dan nyaman bagi keluarga di Belu. Kami juga berterima kasih kepada pemda atas dukungan perizinan sehingga operasional kami dapat berjalan lancar,” tutur Idwan.

Dengan beroperasinya pusat perbelanjaan ini, masyarakat di wilayah perbatasan kini memiliki akses yang lebih dekat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan rumah tangga tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota

WBN

Share It.....