NGADA, WBN – Sebanyak 83 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hedhazita di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar ruangan.
Langkah ini diambil lantaran gedung sekolah mereka mengalami keretakan di sejumlah ruang kelas dan ruang guru akibat guncangan gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 tanggal 15 Agustus beserta belasan ribu gempa susulannya.
Untuk mendukung keberlangsungan KBM darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada menyalurkan bantuan logistik berupa empat unit terpal berukuran besar dan makanan ringan untuk para siswa.
Kepala Sekolah SDN Hedhazita, Elisabeth Dhogi, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada pemerintah daerah melalui Posko BPBD Ngada atas bantuan yang diberikan pada Kamis (17/9/2026).
Sebelum bantuan terpal ini tiba, pihak sekolah terpaksa menggunakan kain seadanya untuk melindungi siswa dari terik matahari selama proses belajar di luar kelas.
“Saya mewakili para guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua murid menyampaikan terima kasih banyak atas bantuan terpal dan makanan ringan ini,” ujar Elisabeth.
Elisabeth menjelaskan, KBM sempat dialihkan dari rumah (learning from home) sesaat setelah gempa terjadi. Namun, sejak 1 September 2026, sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara darurat di halaman sekolah.
Selain keterbatasan fasilitas pendukung, pihak sekolah juga fokus memulihkan kondisi psikologis anak-anak.
“Para siswa masih mengalami trauma akibat gempa. Butuh waktu dan proses bertahap agar mereka bisa pulih dan berani kembali belajar di dalam ruangan. Bantuan ini sangat berarti bagi kelancaran KBM darurat kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ngada, Emanuel Kora, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan berdasarkan basis data permintaan dan prioritas kebutuhan di lapangan.
“Kami mendistribusikan empat unit terpal ukuran besar beserta makanan ringan untuk para pelajar sesuai dengan rekaman data kebutuhan yang masuk. Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sesuai peruntukannya dan meringankan beban sekolah dalam masa tanggap darurat ini,” kata Emanuel.
WBN
