JAKARTA, WBN — Komunitas Peduli Masjid (KPM) resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Mengusung jargon “Bersatu Untuk Ummat.
Wadah kolaborasi lintas generasi ini dibentuk untuk mengoptimalkan peran masjid, baik sebagai tempat ibadah maupun pusat peradaban dan kepedulian sosial yang inklusif.
Ketua Komunitas Peduli Masjid, Irfan, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran komunitas ini berawal dari keinginan bersama untuk memperluas fungsi masjid. Menurut dia, rumah ibadah tidak boleh sekadar menjadi tempat penunaian shalat, tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
“Kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi. Masjid harus bersih dan makmur secara ibadah ritual, sekaligus menjadi motor penggerak solidaritas sosial bagi warga yang membutuhkan,” ujar Irfan dalam peluncuran tersebut di Jakarta, Kamis.
Untuk mencapai target tersebut, KPM mengusung tiga pilar program kerja utama:Gerakan Bersih dan Merawat Masjid: Program berkala untuk menjaga kebersihan, kerapian, serta kelayakan fasilitas tempat ibadah demi kenyamanan jemaah.
Pemberdayaan Ekonomi Umat
Pengelolaan bantuan sosial dan program pemberdayaan berbasis masjid bagi warga prasejahtera di lingkungan sekitar rumah ibadah.
Edukasi dan Manajemen Keagamaan
Pelatihan tata kelola bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), penyelenggaraan kajian, serta pengaktifan kegiatan pemuda masjid. Bersamaan dengan peluncuran ini, KPM juga memperkenalkan logo resmi organisasi.
Logo baru yang menampilkan simbol tangan menopang kubah masjid ini merepresentasikan semangat persatuan masyarakat dan komitmen untuk saling bahu-membahu.
Sebagai organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial-keagamaan, KPM kini membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat luas, donatur, maupun sukarelawan untuk terlibat langsung dalam program-program kemakmuran masjid berkelanjutan ke depan.
WBN
