ENDE, WBN — Umat Lingkungan 2 Paroki Santo Yosef Freinademetz, Mautapaga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menggelar acara penjemputan dan ramah tamah untuk menyambut imam baru, Romo (RD) Andreas Yohanes Lako Ghao.
Acara yang berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan ini menjadi wujud syukur atas tahbisan imamat yang diterima RD Andreas pada Selasa (29/9/2026).
Acara penyambutan tersebut dipusatkan di kediaman Ketua Lingkungan 2 Paroki Mautapaga, Yulius Cesar Nonga.
Momentum ini dihadiri oleh Romo Vikaris Episcopalis (Vikep) Ende, sejumlah imam konselebran, serta perwakilan keluarga besar imam baru yang datang dari Boawae, Kabupaten Nagekeo.
Selain itu, hadir pula perwakilan umat dari Paroki Ropa dan Paroki Nggela, tempat RD Andreas sebelumnya menjalani masa tugas sebagai diakon sebelum ditahbiskan menjadi imam.
Ketua Lingkungan 2 Paroki Mautapaga, Yulius Cesar Nonga, menyampaikan rasa bangga atas lahirnya seorang gembala baru dari tengah peziarahan iman umat setempat. Ia menegaskan bahwa umat siap mendukung seluruh tugas pelayanan RD Andreas melalui doa.
“Kami berharap teladan hidup imam baru dapat semakin mempererat persaudaraan umat sekaligus menumbuhkan benih-benih panggilan suci bagi generasi muda di paroki ini,” ujar Yulius.
Dalam kesempatan yang sama, RD Andreas Yohanes Lako Ghao mengungkapkan rasa haru atas sambutan hangat yang diberikan oleh umat dan pimpinan lingkungan. Ia menekankan bahwa rahmat imamat yang diterimanya merupakan buah dari kasih Tuhan serta dukungan dari banyak pihak.
“Rahmat imamat ini bukan karena kehebatan saya pribadi, melainkan semata-mata karena kasih Tuhan yang bekerja melalui doa, bimbingan, dan dukungan tanpa henti dari segenap umat yang mendampingi perjalanan panggilan saya,” kata RD Andreas.
Apresiasi juga datang dari perwakilan keluarga besar asal Boawae. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para formator, Keuskupan Agung Ende, umat di wilayah pastoral Ropa dan Nggela, serta warga Paroki Mautapaga yang telah mendukung perjalanan panggilan hingga terselenggaranya acara syukuran tersebut.
Kehadiran Romo Vikep Ende beserta para imam lainnya menjadi simbol dukungan moril dan spiritual yang nyata bagi RD Andreas untuk memulai babak baru perutusan di tengah umat. Melalui rangkaian perayaan yang bersahaja ini, hubungan erat antara imam, keluarga, dan umat lintas paroki diharapkan dapat terus memperkuat semangat pelayanan iman di Keuskupan Agung Ende.
WBN
