NAGEKEO, WBN — Suasana haru dan tangis kehilangan menyelimuti halaman Kantor Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026).
Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), bersama jajaran TNI dan Polri, memberikan penghormatan terakhir dalam upacara pelepasan jenazah Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang berpulang akibat serangan jantung.
Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh air mata ini dipimpin langsung oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus.
Dalam amanat perpisahannya, Bupati Simplisius tidak mampu menyembunyikan rasa duka yang mendalam. Suaranya bergetar dan sesekali terhenti oleh isak tangis saat mengenang dedikasi mendiang Gonzalo.
Bagi Simplisius, almarhum bukan sekadar wakil, melainkan sosok mitra yang saling menopang dan melengkapi dalam menakhodai Nagekeo.
Kepergian Gonzalo meninggalkan lubang besar bagi jalannya roda pemerintahan setempat. Terlebih, Kabupaten Nagekeo saat ini tengah berjuang memulihkan diri sebagai salah satu wilayah yang terdampak paling berat akibat bencana gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Sejak bencana itu melanda, almarhum dikenal terus mencurahkan energi dan perhatiannya demi memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan maksimal.
Sebelum dinyatakan wafat, kondisi kesehatan Gonzalo mendadak memburuk. Beliau sempat dilarikan ke Puskesmas Kota Mbay untuk mendapatkan pertolongan pertama. Almarhum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kota Mbay. Kendati tim medis telah mengupayakan tindakan klinis intensif, Gonzalo mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 20.10 WITA.
Selesai upacara penghormatan di pusat pemerintahan daerah, iring-iringan jenazah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Solorowa, Kecamatan Boawae, untuk disemayamkan selama satu malam bersama keluarga besar.
Keesokan hari jenazah akan dihantarkan ke Kampung Langa Gedha, Kabupaten Ngada, sebelum akhirnya menuju ke rumah kediaman di Boubou, Bajawa, tempat upacara pemakaman secara resmi akan dilaksanakan.
Seluruh masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Nagekeo dan Ngada, berkabung melepas salah satu putra terbaik mereka.
WBN
