NGADA, WBN — Suasana haru menyelimuti Kampung Langagedha, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin (5/10/2026).
Pemerintah Kabupaten Ngada bersama masyarakat adat setempat menyambut kedatangan jenazah Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, di rumah adat Rato Milo.
Isak tangis keluarga dan warga pecah saat iringan jenazah tiba di kampung halaman sang istri tersebut. Kedatangan almarhum disambut langsung oleh Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, Ketua DPRD Romilus Juji serta jajaran unsur pimpinan daerah.
Prosesi penyerahan jenazah dilakukan langsung oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, kepada Pemkab Ngada dan pihak keluarga. Penyerahan ini menandai dimulainya rangkaian ritual adat kematian sesuai tradisi setempat.
“Saya, selaku Bupati Nagekeo, bersama seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah, menyerahkan jenazah rekan setia saya, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, kepada keluarga besar di Langa untuk diupacarakan secara adat,” ujar Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus dengan nada berduka.
Sebelum dibawa masuk ke dalam rumah adat Rato Milo, jenazah terlebih dahulu disapa melalui doa adat. Setelah itu, Romo Rofinus Neto Wuli melakukan pemberkatan secara iman Katolik di pintu masuk rumah adat.
Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, berpulangnya Gonzalo merupakan duka bersama bagi masyarakat Ngada dan Nagekeo.
“Kami semua merasakan kehilangan yang besar. Nagekeo kehilangan sosok pemimpin dan pelayan masyarakat, sementara Ngada kehilangan seorang saudara yang terkasih. Kami mengiringi kepergian ini dengan doa, semoga almarhum beristirahat dalam kedamaian kekal,” ungkap Bupati Raymundus.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah adat selama satu malam. Selanjutnya, pada Selasa (6/10/2026), jenazah akan dihantar ke rumah kediaman utama di Bobou, Kelurahan Faobata, Bajawa, untuk menjalani prosesi pemakaman.
WBN
