Petaka Setelah Pesta, Satlantas Ngada Warning Pengendara Terkait Konsumsi Alkohol
Kasat Lantas Polres Ngada Iptu Yoseph Tote didampingi Kanit Laka Aipda Theodorus Muga dan KBO Lantas Ipda Ary Wibawa Selan

NGADA, WBN — Rentetan kecelakaan lalu lintas fatal yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Menanggapi situasi tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Ngada mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali mengemudikan kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol, terutama setelah menghadiri acara pesta adat atau keramaian.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Kapolres Ngada melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Ngada, Iptu Yoseph D. Tote, di Bajawa.

Langkah ini diambil setelah polisi mengevaluasi grafik angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Ngada yang cenderung meningkat, di mana faktor utama pemicunya diduga kuat adalah kelalaian pengemudi akibat mengonsumsi minuman keras (miras).

“Kami memberikan peringatan keras sekaligus menggugah kesadaran para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat. Setop mengemudi jika Anda baru saja mengonsumsi alkohol. Data di lapangan menunjukkan, sebagian besar kecelakaan maut terjadi karena pengemudi kehilangan kendali akibat pengaruh miras,” ujar Yoseph, didampingi Kanit Laka Aipda Theodorus Muga dan KBO Lantas Ipda Ary Wibawa Selan, pada Kamis (8/10).

Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami dua kasus kecelakaan menonjol yang terjadi dalam waktu berdekatan. Kasus pertama terjadi di jalur Maumbawa, Kecamatan Golewa Selatan. Kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan pascapulang dari acara pesta tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Kasus kedua adalah tabrakan beruntun yang melibatkan tiga unit mobil di kawasan Ngalisabu, Bajawa. Berdasarkan pemeriksaan awal, pengemudi kendaraan yang baru kembali dari sebuah pesta diduga mengantuk dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di jalur menurun, hingga melambung ke jalur berlawanan.

“Masyarakat memberikan banyak informasi bahwa para pengemudi dalam dua kejadian tersebut berada di bawah pengaruh alkohol saat di tempat pesta. Namun, kami dari pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan secara ilmiah serta saksama untuk memastikan hal tersebut,” lanjut Kasat Lantas Yoseph Tote.

Selain faktor alkohol, Satlantas Polres Ngada juga mengingatkan pentingnya mengukur kapasitas fisik saat berkendara. Rasa lelah dan kantuk yang dipaksakan sering kali berujung pada fatalitas di jalan raya.

Sebagai langkah preventif, Polres Ngada mengimbau para pemilik kendaraan serta pihak keluarga untuk lebih ketat dalam mengawasi anggota keluarganya. Pemilik kendaraan diminta melarang siapapun, termasuk sopir, untuk mengemudi jika terindikasi telah mengonsumsi alkohol.

Pengawasan berlapis dari lingkungan keluarga dan komunitas adat dinilai menjadi kunci utama untuk memutus rantai kecelakaan maut setelah acara-acara sosial di Ngada.

WBN

Share It.....