NAGEKEO, WBN — Personel Brigif Teritorial Pembangunan (TP) 42/Ksatria Elang Flores (KEF) bergerak cepat merespons dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Korps baret hijau ini langsung menerjunkan sejumlah regu taktis untuk mengevakuasi kelompok rentan dan mengamankan jalur logistik pengungsian.Aksi tanggap darurat berfokus di Rumah Sakit (RS) Aeramo. Di lokasi ini, para prajurit berjibaku memindahkan pasien rawat inap, balita, hingga lansia ke tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit guna mengantisipasi runtuhnya bangunan akibat gempa susulan.
Kepada media WBN, Komandan Peleton (Danton) Brigif TP 42/KEF, Letnan Dua Ihza Faisal Asikin, S.H., menjelaskan bahwa pergerakan personel di lapangan dibagi menjadi tiga sektor utama demi efektivitas penanganan.
“Personel kami sebar per regu. Sebagian fokus mendirikan tenda dan membantu tenaga kesehatan mengevakuasi pasien di RS Aeramo. Sebagian lagi mengamankan posko pengungsian di Lapangan Berdikari, dan sisanya diperbantukan di Posko BPBD untuk mengelola dapur umum serta mendistribusikan logistik,” ujar Ihza , Kamis (20/8/2026).
Langkah taktis ini dirasakan langsung oleh warga terdampak. Yustinianus Lawo, seorang lansia yang sedang dirawat di RS Aeramo, menceritakan kepanikannya saat gempa susulan mengguncang. Nyawanya terselamatkan setelah sejumlah prajurit dengan sigap membawanya keluar menggunakan tandu.
“Ema, nga’o syukur ne demu ne perawat te bantu. Anak, saya sangat bersyukur dengan mereka (TNI) dan perawat yang membantu. Kami yang sedang sakit langsung digendong dan ditandu keluar ruangan saat gempa susulan terjadi,” tutur Yustina dalam bahasa daerah setempat.
Di sektor hilir, sinergi penanggulangan bencana juga terus dipacu. Anggota Brigif TP 42/KEF bersama personel Batalyon Wakanga Mere (WM), Polres Nagekeo, dan pemerintah daerah setempat bahu-membahu memastikan dapur umum tetap mengepul dan pasokan makanan sampai ke tangan pengungsi.
Hingga berita ini diturunkan, armada truk Dalmas TNI dan Polri masih terus bergerak membelah Kota Mbay untuk menyalurkan bantuan logistik ke pos-pos pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak. Truk kemanusiaan dari luar daerah juga dilaporkan mulai memadati pusat kota guna menyokong masa tanggap darurat ini.
WBN – Wil
