Krisis Parah Air Bersih Pasca Gempa, Warga Olaia Nagekeo Minta Bantuan Segera

NAGEKEO, WBN — Sebanyak 347 warga atau sekitar 70 keluarga di Dusun 4, RT 07 dan 8 Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, mengalami krisis air bersih yang parah.

Kondisi ini terjadi setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) danmerusak sumber mata air utama desa. Guncangan gempa menyebabkan pipa saluran terputus dan membuat kondisi air berubah drastis menjadi berlumpur serta keruh.

Selain kondisi fisik air yang tidak layak, warga juga diselimuti kekhawatiran akan adanya kandungan gas beracun pasca-gempa. Akibatnya, warga sama sekali tidak berani mengonsumsi air dari sumber tradisional tersebut.

Siprianus Sawu, salah seorang warga Desa Olaia, saat dihubungi pada Kamis (20/8/2026), mengungkapkan bahwa pemenuhan kebutuhan air minum kini berada dalam kondisi darurat. Warga sangat membutuhkan intervensi cepat dari pemerintah daerah untuk mencegah jatuhnya korban sakit akibat sanitasi yang buruk.

“Kami khawatir jika bantuan air bersih meleset, warga yang putus asa akan terpaksa mengonsumsi air berlumpur itu. Dampaknya bisa memicu wabah penyakit baru di pengungsian,” ujar Siprianus.

Hingga hari kelima pasca-gempa, bantuan air bersih yang masuk ke wilayah terdampak dilaporkan masih sangat minim. Pemerintah daerah setempat baru menyalurkan satu kali bantuan tangki air, yang jumlahnya jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ratusan jiwa.

Dampak kelangkaan air ini diprediksi akan terus meluas ke wilayah tetangga, seperti RT 06 di Dusun 3. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut mengandalkan satu sumber mata air yang sama yang kini telah rusak.

Warga berharap otoritas terkait segera membangun posko distribusi air bersih secara berkala guna menjamin keberlangsungan hidup korban terdampak.

WBN

Share It.....