NTT, WBN — Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mulai mematangkan persiapan dua agenda pariwisata strategis, yakni Wolobobo Ngada Festival dan Camino de Flores 2026.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan wilayah, perhelatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas promosi potensi daerah ke kancah nasional dan internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada memimpin langsung rapat koordinasi persiapan tersebut di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan krusial ini dihadiri oleh Tim Camino dari Jakarta dan Labuan Bajo, jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga perwakilan pemerintah desa dan kelurahan terkait.
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 ini mengintegrasikan kekayaan festival budaya lokal dengan konsep perjalanan spiritual-kultural Camino de Flores.
Sinergi ini dirancang untuk menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan berbasis komunitas.
Optimisme kesuksesan acara ini kian menguat dengan rencana kehadiran Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Dr. Mari Elka Pangestu, B.Ec., M.Ec.
Kehadiran mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif strategis serta dukungan kebijakan dalam memajukan sektor ekraf di hilir.
Melalui konsolidasi yang terus dilakukan, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan manajemen acara berjalan prima.
Festival ini ditargetkan tidak sekadar menjadi tontonan musiman, melainkan motor penggerak ekonomi yang memberikan dampak kesejahteraan riil bagi masyarakat Ngada.
WBN
